IBX5A47BA52847EF Nasehat Ustadz Yazid Jawwas tentang Pemilu.

Nasehat Ustadz Yazid Jawwas tentang Pemilu.

Pertanyaan:

Ya Ustadz, dalam keadaan Sekarang ini apakah benar kita dianjurkan untuk (Terpaksa) ikut serta dalam Pemilu tahun ini (Nyoblos), disebabkan jika kita tidak Ikut Nyoblos, maka dikhawatirkan Pemerintahan kita akan di Pipimpin dan diatur oleh Kaum Kuffar, terutama dari kalangan Syi'ah di negeri ini...

Dan, apakah benar ikut serta dalam Pemilu tahun ini, ada Kemasylahatan yang besar untuk Kaum muslimin disebabkan Negeri ini (yang bisa dikatakan : Terancam) akan di Kuasai oleh orang-orang Kafir (terutama Syi'ah), Sehingga, dibolehkan kita ikut serta didalam Pelaksanaan Pemilu sebagaimana apa yang telah di fatwakan oleh sebagian Ulama Ahli Sunnah...?

Jawab:

Ikut serta didalam Demokrasi dan Pemilu berarti Menyeburkan diri kita ke dalam Kancah/Pesta Sistem Kuffur Thoghut Demokrasi yang telah diadopsi oleh Kaum Kuffar.

Dan telah Jelas sekali bahwasannya Sistem Demokrasi yg Kuffur bertentangan/Menyelisihi dan sangat berlawanan/nenyimpang dengan Syari'at Islam.

Bagaimana mungkin bisa disamakan ketika (didalam Sistem Demokrasi), satu Suara orang Kafir yang Penzina dan Peminum Khomer disamakan dengan satu Suara seorang Ahli Ilmu dan Ibadah (Ulama) dari kalangan Kaum Mukmin...

Nasehat Ustadz Yazid Jawwas tentang Pemilu.

Kekhawatiran sebagian Kaum Muslim Terhadap Syi'ah yang akan Memimpin Negeri ini jika kita tidak ikut Nyoblos, maka kami katakan: Ini hanyalah was was yg berasal dari Syaitan yang disebarkan oleh Orang2x Jahil dan tergesa-gesa...

Adapun Fatwa Sebagian Ulama Sunnah yang membolehkan ikut Pemilu (dengan Syarat-syarat tertentu), maka Ketahuilah bahwa Fatwa seorang Ulama BUKANLAH WAHYU yang WAJIB diikuti..Jika Fatwanya bertentangan dengan Dalil yang shahih, maka kita boleh (bahkan wajib) Tinggalkan, seperti apa yang pernah dikatakan oleh Ke-empat Imam Madzhab Rahimakumullah yang berkata:

"Jika ada Pendapatku yang Menyelisihi Dalil Shahih, maka buanglah Pendapatku, dan Ambillah (ikuti) Dalil yang Shahih itu..."

Serta, jika ada Masylahatnya didalamnya (jika Ikut Pemilu), maka tanyakan dimana Masylahatnya...?

Karena, tentang Fatwa dari sebagian Ulama yang membolehkan ikut serta dalam Pemilu, rata-rata dari mereka (para Ulama itu) Tidak atau belum tahu Bagaimana Keadaan Tokoh2x kaum Muslimin Negeri ini yang ikut di Dalam Parlemen Demokrasi disini...

Dan mereka juga belum tahu bagaimana Keadaan Kaum muslimin di Negeri ini...

Dan, bagi mereka yang Mengatakan bahwa Syi'ah akan Menguasai Negeri ini, jika kaum Muslimin (Ahlus Sunnah) Meninggalkan Pemilu, maka kami
katakan:

Apakah mereka yakin akan hal ini terjadi? Dan apakah mereka Mengetahui hal-hal yang Ghaib...??

Sehingga mereka berani meramalkan keadaan ini? Jika Dahulu (disekitar tahu 70 an) kaum kaum Muslimin ditakut-takuti dengan Kekuasaan PKI yang akan Memimpin dan Menguasai Negeri ini, jika kaum muslimin meninggalkan Pemilu, maka saat ini SYI'AH lah yang sangat ditakuti...

(Namun, apa-apa yang ditakuti Tentang PKI di tahun itu gak terjadi, walaupun ada sebagian kaum kaum muslimin Meninggalkan Pemilu pada saat itu) Padahal,kita dilarang berkata-kata hal0hal yang Belum (Tentu) terjadi.

Dan berkata-kata "seandainya" atau "jikalau"...Karena Perkataan ini Membuat Celah masuknya Syaitan...

Wajib bagi kita orang-orang yang beriman Meyakini bahwa Allah Ta'ala PASTI Menjaga orang-orang yang Selalu Menjaga Agama-Nya...

Allah Ta'ala akan Menjaga Negeri ini, jika Penduduk Negeri ini selalu bertaqwa (Men-Tauhidkan) Allah 'Azza wa Jalla..

Dan, bagaimana mungkin bagi kita, Ketika kitaakan Mengingkari Pemerinthahan yang Kuffur,tetapi dengan Tata Cara Kuffur (Demokrasi : Syirkul Akbar -wal 'iyadzubillah- ) yang kita ikuti...

Yang wajib diketahui, Dengan kita Mengingkari & Berlepas diri dari Sistem Thoghut Kuffur (Demokrasi) Namun bukan berarti kita Keluar dari Keta'atan kepada Pemerintah Negeri ini...

Kita Tetap Ta'at kepada Pemimpin Negeri ini dalam Urusan yang Ma'ruf saja, Tetapi kita tidak ta'at (berlepas diri) kepada mereka dalam Urusan yang Menyimpang dari dari Syari'at Islam...

Karena: Tidak ada Keta'atan kepada Makhluk dalam Bermaksiat kepada Allah Ta'ala...

Semoga Allah Ta'ala menjaga diri kita dan KaumMuslimin, Negeri ini dan Pemimpin Negeri ini agar selalu diatas Hidayah (Petunjuknya) dan Selalu
Istiqomah diatas Agama-Nya yang Lurus...

Aamiin.

Wallahu Ta'ala a'lam

Sumber Nukilan dari:
beberapa Faedah dari Kajian Rutin setiap Ahad pagi oleh Al Ustadz Al Fadhil Yazid bin Abdul Qadir Jawas Hafizhahullahu Ta'ala di Masjid Imam Ahmad bin Hanbal pada Ahad 28 Jumadil Akhir 1435 H/30 Maret 2014 M.
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->