IBX5A47BA52847EF MemuLai ucapkan salam ketika bertemu saudara Muslim

MemuLai ucapkan salam ketika bertemu saudara Muslim

Sebagian kita mungkin sering gengsi atau sungkan maupun MALU memberi salam duluan, terlebih kita merasa lebih tua, Lebih senior, Lebih ustadz, lebih berilmu, lebih kaya, lebih lama ngaji, merasa lebih-lebih dan lebih.

Padahal seorang Shahabat Rosul yang paling utama saja, Abu Bakar Ash-Shiddiq rodhiyallaahu 'anhu, beliau tidak gengsi untuk mengawali memberi salam jika bertemu saudara Muslim, bahkan beliau memberikan nasehat agar jangan sampai ada seorang pun mendahuluimu untuk mengucapkan salam. Diceritakan ketika seseorang berjalan bersama beliau,

فكلما رأى أبا بكر رجلا من بعيد سلم عليه فقال أبو بكر رضي الله عنه أما ترى ما يصيب القوم عليك من الفضل؟ لا يسبقك إلى السلام أحد. فكنا إذا طلع الرجل من بعيد بادرناه بالسلام قبل أن يسلم علينا
"Setiap kali Abu Bakar Radiyallahu anhu melihat seseorang dari jauh, beliau memberi salam kepadanya. Maka Abu Bakar rodhiyallaahu 'anhu pun berkata, "Tidakkah kamu melihat keutamaan yang dianugrahkan kepada kaum yang mendahului memberi salam atas kamu, maka jangan sampai seorang pun mendahuluimu untuk salam." Akhirnya setiap tampak seseorang dari jauh, maka kami segera memberikan salam sebelum ia memberi salam kepada kami." {Hasan: Shohih At-Targhib wa At-Tarhib (no.2702).}

MemuLai ucapkan salam

Dari Abu Umamah rodhiyallaahu 'anhu, dia berkata, Rosulullaah shollallaahu 'alayhi wa'alaa aalihi wasallam telah bersabda,

إن أولى الناس بالله من بدأهم بالسلام
"Sesungguhnya orang yang paling pantas (mendapat rahmat) Allah adalah orang yang mengawali memberi salam di antara mereka."

Diriwayatkan oleh Abu Dawud Rahimahullah dan At-Tirmidzi Rahimahullah, dan beliau menilai hadits ini hasan, dan lafazh beliau berbunyi,

قيل: يا رسول الله الرجلان يلتقيان أيهما يبدأ بالسلام؟ قال: أولاهما بالله تعالى
"Rosulullaah ditanya, "Wahai Rosulullaah, dua orang bertemu, siapakah yang memulai salam?" Beliau menjawab, "(Yaitu) Orang yang paling dekat untuk mendapat rahmat Allah ta'aalaa."
{Shohih: Shohih At-Targhib wa At-Tarhib (no.2703).}

Semoga Allah memberikan rahmatNya kepada kita untuk istiqomah mengamalkan ini, aamiin.

di kutip dari kitab yang sangat terkenal berjuduL SHAHIH AT-TARGHIB WA AT-TARHIB
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
dukung operasional dan pengembangan dakwah online, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) a/n Atri Yuanda
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki

-->