Pentingnya punya teman karib sholeh

جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ
Dari Ibnu Mas'ud ia berkata: "Ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah lalu berkata: "Ya Rasulullah, bagaimanakah pendapat Rasul mengenai seorang yang mencintai sesuatu kaum, tetapi tidak pernah menemui kaum itu?" Rasulullah bersabda: "Seorang itu beserta orang yang dicintainya. HR. Bukhari : 6169 & HR. Muslim : 3640

Dalam hadits riwayat Anas, Nabi bersabda:

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ
Artinya: Engkau bersama orang (atau golongan) yang engkau cintai.

Dalam sebuah hadits sahih (menurut Al-Mundziri) riwayat Tabrani dari Ali, Nabi bersabda:

وَلَا يُحِبُّ رَجُلٌ قَوْمًا إِلَّا حُشِرَ مَعَهُمْ
Artinya: Seseorang tidak akan mencintai suatu kaum kecuali akan dikumpulkan bersama mereka.


Kandungan hadits

1- Seseorang di akhirat nanti akan dikumpulkan dengan orang yang dicintainya, bila kita mencintai Rasulullah kelak kita di akhirat akan dikumpulkan dengan beliau.

2- Rasa cinta (al-Mahabbah) merupakan tanda kuatnya hubungan antara orang yang mencintai dengan yang dicintai.

3- Prilaku seseorang itu sesuai dengan prilaku teman dekatnya, maka perhatikanlah dengan siapa kalian berteman dekat. Jika seseorang mencintai orang-orang yang baik, ia bersemangat untuk menjadi seperti mereka. Dan jika seseorang mencintai orang-orang yang buruk, ia termasuk beramal seperti amalan mereka.

Tema Hadits yang berkaitan dengan Al-Qur'an:

1- Teman yang sebaik- sebaiknya.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَداءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيقاً
Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para Nabi, para Siddiqin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya." (QS.An-Nisa: 69)

2- Allah Subhanahu Wata'ala. menceritakan tentang penyesalan orang yang dzalim, yaitu orang yang menyimpang dari hidayah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassalam, karena salah dalam berteman.

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلَى يَدَيْهِ يَقُولُ يَا لَيْتَنِي اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُولِ سَبِيلًا () يَا وَيْلَتَى لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا () لَقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنْسَانِ خَذُولًا ()
Dan (ingatlah) pada hari (ketika itu) orang yang dzalim menggigit dua jarinya (menyesali perbuatanya), seraya berkata, "wahai sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul.” Wahai celaka aku! sekiranya aku (dulu) tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab(ku). Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Qur’an ketika Al-Qur’an itu telah datang kepadaku. Dan syetan memang penghianat manusia." [QS.Al-Furqon:27-29]

Tidak ada komentar: