Ternyata Dahulu Filipina adalah Negara Muslim

Ternyata Dahulu Filipina adalah Negara Muslim

Filipina merupakan negara bagian Asia Tenggara, tepatnya di sebelah Utara ne gara Indonesia dan Malaysia. Negara ini memiliki latar belakang etnik yang berbeda-beda, terutama campuran Malaysia, China, Spanyol, Amerika, dan lain-lain. Filipina tercatat menempati urutan ke-12 sebagai negara padat penduduk di dunia, mencapai 100 juta jiwa. Sekitar 80% penduduk Filipina penganut Katolik.

Namun tahukan kamu, menjadi negara dengan mayoritas penganut Katolik. Filipina dulunya adalah negara Islam. Pada saat itu, hukum-hukum syariat ditegakkan. Amanilah menjadi pusat ibu kotanya yang kini dikenal dengan sebutan Manila. Amanila sendiri diambil dari nama bahasa Arab “Fii Amanillah” yang berarti “di bawah perlindungan Allah SWT”. Filipina menjadi kawasan perdagangan, karena hasil laut dan pertanian begitu memikat bangsa lain kala itu.

Koneksi perdagangan di Filipina menjadi kuat karena pengaruh khilafah Islam di Timur Tengah yang sangat kuat. Mereka bertekad menjadikan Filipina sebagai wilayah dengan penduduk umat muslim terbesar.

Hingga akhirnya semua berubah sejak kedatangan Pasukan Katolik Spanyol yang tiba pada tahun 1565 masehi dengan mengusung misi Gold, Glory dan Gospel.

Dalam kurun waktu 4 tahun, Kota Amanilah dikuasai kafir Spanyol, sejak itu serangkaian gerakan murtad dan juga penghilangan nyawa bagi yang tidak mau kafir terjadi. Muslim yang tidak mau dimurtadkan diri pergi ke wilayah selatan, yang saat ini disebut Muslim Moro. Disana mereka berhasil menciptakan pertahanan yang kuat dan terus berperang melawan Spanyol.

Kemudian Spanyol tidak tinggal diam. Mereka merekrut orang Filipina yang masuk Kristen untuk memerangi Kaum Muslim yang sebenarnya saudara sebangsa mereka. Perjuangan tersebut berlanjut hingga tahun 1898. Akibat penindasan itu, Filipina kini menjadi negara dengan pemeluk Kristen, itu kenapa Amanila diubah menjadi Manila.

Pernah menjadi negara Islam, tentunya Filipina memiliki beberapa peninggalan sejarah Islam yang masih bertahan. Berikut di bawah ini peninggalan sejarah Islam di Filipina yang wajib kamu kunjungi.

Masjid Syekh Karim al-Makdum

Didaulat sebagai masjid tertua di Filipina, masjid ini terletak di Tubig Indangan, Simunul. Didirikan pada 1380 M oleh Syekh Karim al-Makdum, saudagar Arab yang datang dan berdakwah di daerah tersebut.

Masjid ini merupakan pusat penyebaran Islam pertama di tanah Filipina. Beberapa tiangnya yang asli, masih tegak berdiri, berada di dalam bangunan masjid. Pusat Arkeologi Nasional menobatkan situs ini sebagai warisan bersejarah. Sedangkan, oleh Museum Nasional Filipina, masjid ini dicatat sebagai kekayaan budaya berupa benda.

Intramorus Walle City

Dibangun pada abad ke-16, intramorus diartikan sebagai dinding. Dinding tersebut berdiri di atas lahan seluas 64 hektare ini merupakan cikal bakal Kota Manila. Bangunan yang semula berada di timur Kota Manila ini difungsikan sebagai pusat pemerintahan Spanyol dan diperuntukkan sebagai benteng pertahanan.

Di sekitar dinding raksasa ini, terdapat beberapa bangunan bersejarah, salah satunya Fort Santiago. Bangunan yang digunakan sebagai penjara ini dibangun oleh penguasa Islam, yakni Raja Sulaiman, 
pemimpin masyarakat Melayu.

Distrik Quiapo

Kota lama dan tempat permukiman Islam di Manila. Di daerah tersebut sudah banyak berdiri gedung-gedung pencakar langit. Di sinilah tempat pusat transaksi ekonomi cara Islam.

Kota ini menjadi salah satu pusat perdangangan bangsa Filipina saat itu. Dan uniknya, sistem transaksi yang digunakan sejak awal adalah sistem Islam. Sistem ini pun masih dipraktikkan oleh sebagian pedagang di kawasan tersebut sampai sekarang.

Demikian ulasan tentang negara Filipina yang pernah menjadi negara Islam. Jangan lupa untuk masukkan ke tiga peninggalan sejarah di atas ke dalam daftar perjalananmu saat berkunjung ke negara Filipina.

______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: