Bagaimana agar anak kita betah dipondok pesantren

Bagaimana agar anak kita betah dipondok pesantren
Pertama :
Berdoa kepada Allah agar anak betah dipondok, karena anak bisa betah atau tidaknya dipesantren, salah satunya adalah Allah yang kondisikan anak itu betah. nanti diberikan teman-teman yang baik-baik, guru yang juga baik, yang bagus lingkungan yang nanti akan Allah kondisikan. Maka jangan lupa untuk senantiasa berdoa jika tidak bisa berdoa dengan bahasa arab maka bisa dengan bahasa indonesia atau bahasa apapun yang intinya agar anak kita betah disana (Ponpes).

Kedua:
jangan lupa memberikan semangat kepada anak kita, ketika kita berjumpa misal kita mengunjungi anak atau bisa melalui telpon atau dalam bentuk apapun.

Bagaimana cara memberikan semangat kepada anak.

Jelasakan kepada anak bahwa dengan dipesantren atau belajar diwaktu kecil walaupun pahit, sedih, banyak derita, kadang anak sakit tanpa ada yang mengurus, kadang clas dengan temanya, atau dengan gurunya yang melahirkan ketidak nyamanan dan penderitaan, semua itu adalah proses dan hal terpenting yang dialami oleh calon-calon ulama besar kelak.

karena ulama kelak ketika sudah turun berdakwah, berinteraksi dengan masyarakat tidak bisa di hindarkan termasuk clas yang trjadi kelak tidak bisa dihindarkan. bagaimna dgn kita yang banyak kekurangan, banyak kelemahan. nabi muhammad Shallallahu alaihi wa salam bagaimana kurang sempurna, bagaimna kurang baik (yang memiliki akhlaq mulia), ada hambatanya ndk dalam dakwah? Jawabnya : banyak.

ada yang memusuhi ndk? Jawabanya: Banyak.

Ada yang menjegal, ada yang memusuhi, ada yang mencelakai ? Jawabnya : Banyak. kurang apa lagi.

Apalagi kita tentu perlu mental yang luar biasa,mental itu dilatih sejak kecil.

Oleh karena itu kalau si anak kelak dipesantrennya mengalami beberapa kejadian mereka stres, membuat mereka menangis, membuat mrk marah , membuat mereka sedih itu adalah proses yang bangus untuk mereka alami, Ibarat latihan, Demikian dalam kehidupan.

Kalau anak kita nanti terlihat oleh kita menangis, terlihat oleh kita sedih, murung, marah tidak boleh kita berkecil hati.

karena itu adalah proses yang mereka alami, persiapan mental diwaktu akan datang.

Sebaliknya jika anak terus happy terus bahagia, terus ketawa, terus tersenyum semua keinginananya terpenuhi, ndk pernah sedih. Ndk pernah nangis, ndk pernh marah, ndk pernh kecewa ndak prnh murung itu mentalnya nanti terpuruk, jika ada masalah nanti dwon langsung.

Kalau sianak dipesantren mengalami ketidak kebetahan maka biarkan dia diproses biarkan dia menangani masalahnya sendiri. Jika ada laporan dari musrifnya / gurunya, anak bapak/ibu begini begini, jgn berkecil hati dan jangan langsung nangis itu adlaah proses yang harus merwka alami, jika mrk sdh besar dn berilmu dn berdakwh maka sudah terbiasa bagi mereka ketika dipesantren, mental sudah mereka sudah siap, fikiran sudah siap dan jwban ilmiah jyga sdh siap.

Maka berbahagialah kita apabila menemui kepada anak kita proses-proses tersebut sebagai sesuatu yang penting untuk dialami, trus diberikn supot kpd sianak, anak harus sabar, kesabaran ini akan membuahkan buah sangat manis dimasa akan datang, seluruh ornag2 besar yang sekarang menjadi orang-orang terkenal dan hebat diwaktu kecilnya mengalami masa-masa pahit seperti ini bahkan lebih, tapi mrk tegar mereka sabar. Mereka istiqomah dan keistiqomahn kesabaran itu yang membuat mereka itu menjadi orang hebat dimasa-masa setalah mereka dewasa.

Demikian jawaban yang disampaikn oleh Ust Abu Haidar As Sundawy Hafidzahullah
--------

Abu Ikrisyah, Singkawang

Jum'at 04 Oktober 2019
______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: