Said Aqil: Iman Itu Dihati bukan di Mulut. (waspada Penebar Paham Murjiah Era kini)

Said Aqil: Iman Itu Dihati bukan di Mulut

Penebar paham Murjiah era kini.

Ahlus-Sunnah mempunyai aqidah keimanan ada di hati, lisan, dan anggota badan. Barangsiapa yang beramal kebaikan dengan lisan dan anggota badannya, akan bertambah keimanannya. Dan barangsiapa yang meninggalkan amal atau bermaksiat dengan lisan dan anggota badannya, akan berkurang keimanannya hingga (dapat) habis tak bersisa (keluar dari wilayah Islam).

oleh Dony Arif Wibowo
______________________
Ketum PBNU Said Aqil Siroj tidak mempermasalahkan salam semua agama seperti yang diimbau MUI Jawa Timur untuk tidak digunakan pejabat dalam sambutan resmi. Said Aqil mengatakan iman itu ada di hati.

“Sah-sah saja. Tidak berpengaruh yang penting hati kan, iman di hati kan, bukan di mulut,” kata Said Aqil di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (12/11/2019).

Said Aqil menjelaskan soal kalimat salam dalam agama Islam. Said Aqil memaparkan beda makna salam antara selamat dan salah satu nama Allah atau Asmaul Husna.

“Gini, kalau As-Salamu itu kita niatkan salah satu nama Allah, kan As-Salam, itu nggak boleh. Tapi kalau assalamu bahasa Arab yang artinya selamat, boleh. Selamat pagi, bahasa Indonesia. Kalau bahasa Arab-nya salam, selamat. Itu kan bahasa Arab itu,” ungkap Said Aqil.

“Tapi kalau As-Salam itu salah satu nama Allah, Asmaul Husna, nggak boleh orang nonmuslim hanya orang Islam saja yang boleh, As-Salam itu nama Allah. Tapi kalau salam dalam arti ucapan selamat bahasa Arab selamat pagi boleh,” papar Said Aqil .

Karena itu, pengucapan ‘assalamualaikum’ kembali ke niat. “Iya itu tadi. Assalamualaikum, itu niatnya ya membahasaarabkan selamat pagi, selamat sejahtera, salam damai, dibahasaarabkan jadi ‘assalamualaikum’ bahasa Arab-nya,” jelas Said Aqil.

sumber detik.com

Tidak ada komentar: