Reuni 212, warga Muhammadiyah diimbau tidak membawa atribut organisasi

Reuni 212

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, berharap warga persyarikatan yang mengikuti Reuni 212 menjaga ketertiban dan keamanan. Ia ingin acara tersebut meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa.

"Kepada anggota Muhammadiyah yang ikut Reuni 212 silakan, tapi jaga ketertiban. Bagaimanapun kita sebagai penganut darul ahdi wa syahadah mengakui tentang NKRI berdasarkan Pancasila. Kita harus merawatnya sebaik mungkin," kata Dadang, mengutip Okezone, Minggu (1/12/2019).

Dadang berharap warga Muhammadiyah dapat memerlihatkan kepada bangsa Indonesia bahwa Islam berkemajuan dapat memajukan bangsa ini, khususnya melalui ilmu pengetahuan dan modernitas.

"Ya harapannya kita kan sedang merajut kebersamaan. Tidak ada lagi pilar-pilar yang memisahkan antara satu warga bangsa dengan warga bangsa lain. Kita ingin itu terwujud. Oleh karena itu, peliharalah persatuan dan kesatuan bangsa ini," tuturnya.

Dadang mengatakan, Muhammadiyah secara organisatoris tidak terlibat dalam kegiatan Reuni 212. Karena itu, PP Muhammadiyah tidak menyerukan ataupun tidak melarang warganya untuk ikut dalam acara tahunan tersebut.

Namun, warga Muhammadiyah diimbau tidak membawa atribut organisasi ketika mengikuti acara Reuni 212 itu.

"Tidak diperbolehkan karena kita secara organisasi tidak ikut. Karena itu, tidak usah bawa atribut, sebagai individu saja," ucap Dadang.

______________________________
support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
______________________________
Info Penting:
yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, koment aja di kotak komentar yang tersedia di bawah teman-teman. syukron atas perhatiannya

No comments: