Baladiyah Riyadh puji pemilik toko dan pusat perbelanjaan yang taati keputusan pemerintah

toko tutup di arab saudi

Kementerian Urusan Kota dan Pedesaan (Baladiyah) Riyadh memuji pemilik dan pengelolah toko dan pusat perbelanjaan mentaati keputusan penutupan yang diumumkan sejak semalam.

Penutupan sementara area publik termasuk di pertokoan, salon, tempat hiburan, taman rekreasi dan pantai di seluruh Arab Saudi, sebagai upaya pencegahan menyebarnya virus corona.

Baladiyah Riyadh mengatakan hari Selasa (17/3), pihaknya melakukan inspeksi keliling ke beberapa pusat perbelanjaan untuk memantau kodisi di lapangan.

Satu hari sebelumnya, Senin (16/3), Baladiyah Riyadh melakukan penutupan paksa terhadap 10 restoran dan 5 kafe yang melanggar. Selain dilakukan penyegelan, setiap pelanggaran diancam denda uang dan diproses secara hukum.

Di beberapa kota besar di Wilayah Barat dan Timur Arab Saudi, seperti di Jeddah dan Dammam, restoran dan kafe yang biasa ramai pengunjung tampak lenggang.

Boofiah (warung kecil) sudah tidak menyediakan kursi dan meja yang biasa digunakan pelanggannya menikmati sarapan. Restoran dan kafe juga melipat kursi-kursinya atau menaruhnya di atas meja-meja pertanda tidak ada layanan makan di tempat.

Sebagaimana peraturan yang telah ditetapkan, hanya restoran yang menyediakan layanan antar, apotek dan toko kebutuhan sehari-hari saja yang diperbolehkan buka.

Sampai berita ini ditulis, masjid masih diperkenankan digunakan untuk jemaah shalat lima waktu dan shalat Jum’at. Kementerian Urusan Agama Arab Saudi saat ini baru menginstrusikan penutupan toilet dan tempat wudhu. jll saudinesia.com
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    No comments: