Hobi posting kemesraan rumah tangga di sosial media (sosmed)

Hobi posting kemesraan rumah tangga di sosial media (sosmed)

Suamiku sholeh bgt sholat subuhnya ga pernah absen dimasjid....

Suamiku romantis bgt suka ngasih kejutan hadiah untuk istrinya..

Suamiku sangat sayang deh dengan anak anaknya,bahkan kadang mau ikut membantu istrinya mengurus rumah...

Suamiku..suamiku..oh suamiku Tak jarang upload foto berdua dengan suami, dengan jenggot nya yang lebat di upload lah foto si suami nya di dunia maya..apalagi dgn penampilan sunnahnya yang sudah laa isbal

Satu dua mata akhwat mulai melirik. Tiga empat mata akhwat mulai melirik. Sepuluh dua puluh mata akhwat melirik dan mulai hasad. .

Dalam hati mereka
"Duh...kapan ya bisa punya suami kaya si fulanah ini"
Duh beruntungnya dia punya suami kaya gini

Ada akhwat yang sedih karna ingin punya suami yg soleh juga seperti itu.
Ada akhwat yang kesal karna merasa pasangan ini kok sok pamer kemesraan terus

Ada akhwat yang juga menangis karna merasa suaminya tdk romantis dan sholatnya bolong2. Dan ada juga akhwat yang jomblo mulai memimpikan bisa punya suami yang kaya gini. Tiba tiba banyak akhwat yang akhirnya kesengsem dan mulai jatuh cinta sama suaminya.

Banyak cara bisa dilakukan,apalagi perdukunan semakin marak.

Foto bisa disimpan oleh mereka.

Penyakit ain juga sering terjadi hanya gara gara sering timbulnya hasad.

Banyak cerita dr teman teman juga bahwa suaminya yg tiba2 berpaling dan minta poligami lagi dengan teman istrinya. Dan ada juga cerita nyata tiba2 suami nya yg romantis mendadak membenci istrinya. lantas salah siapa? Sah sah saja untuk buat status di social media. Sah sah saja upload foto dengan pasangan. Tapi tidak semua mata yang melihat akan ikut bahagia juga.

Ada hasad..ada iri dari orang lain ..ada dengki dari orang lain.Karna kita tidak bs tau hati orang2 di dunia maya yg melihat foto foto kita.

Kita tidak bisa jamin 100persen mereka yg melihat akan biasa aja/bodo amatan. Maka mulai sekarang Bila suamimu /mungkin istrimu orang yg soleh/soleha, romantis juga sangat baik pada keluarganya, Suami yang sangat tampan Atau istrimu sangat cantik jelita... yang sangat penyayang dll ..maka syukuri dan jaga suamimu/istrimu dengan tidak selalu kau ceritakan ke banyak orang..

Hukum Pamer Kemesraan di Medsos

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)

saya mau bertanya mengenai hukum islam tentang suami istri bermesraan didepan umum, awal mulanya saya mengomentari suatu foto di Facebook yang memposting seorang ustadzah muda yang sering kita lihat di televisi yang bergandengan tangan dan berpelukan dengan suaminya

Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Bermesraan setelah menikah memang sesuatu yang dihalalkan. Tapi kita perlu ingat, tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Ada beberapa pertimbangan yang akan membuat anda tidak lagi menyebarkan foto kemesraan di Medsos,

Pertama, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau sebut, itu bagian dari konsekuensi iman.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

Dan bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Kedua, islam juga mengajarkan agar seorang muslim menghindari khawarim al-muru’ah. Apa itu khawarim al-muru’ah? Itu adalah semua perbuatan yang bisa menjatuhkan martabat dan wibawa seseorang. Dia menjaga adab dan akhlak yang mulia.

Ibnu Sholah mengatakan, Jumhur ulama hadis dan fiqh sepakat, orang yang riwayatnya boleh dijadikan hujjah disyaratkan harus orang yang adil dan kuat hafalan (penjagaan)-nya terhadap apa yang dia riwayatkan. Dan rinciannya, dia harus muslim, baligh, berakal sehat, dan bersih dari sebab-sebab karakter fasik dan yang menjatuhkan wibawanya. (Muqadimah Ibnu Sholah, hlm. 61).

Dan bagian dari menjaga wibawa adalah tidak menampakkan foto kemesraan di depan umum.

Syaikh Muhammad bin Ibrahim – Mufti resmi Saudi pertama – menyatakan tentang hukum mencium istri di depan umum,

Sebagian orang, bagian bentuk kurang baik dalam bergaul dengan istri, terkadang dia mencium istrinya di depan banyak orang atau semacamny. Dan ini tidak boleh. – kita berlindung kepada Allah dari dampak buruknya –. (Fatawa wa Rasail Muhammad bin Ibrahim, 10/209).

An-Nawawi dalam kitab al-Minhaj menyebutkan beberapa perbuatan yang bisa menurunkan kehormatan dan wibawa manusia, Mencium istri atau budaknya di depan umum, atau banyak menyampaikan cerita yang memicu tawa pendengar. (al-Minhaj, hlm. 497).

Ketiga, gambar semacam ini bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian badan wanita, tangannya atau wajahnya.. lelaki jahat bisa memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Dan memicu orang untuk berbuat maksiat, termasuk perbuatan maksiat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Bisa jadi anda menganggap itu hal biasa, tapi orang lain menjadikannya sebagai sumber dosa.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati…

Wallahu a'lam bi shawab

Tidak ada komentar: