-->

Soal-Jawab Tentang Shalat Tarawih, Shalat Id Dan Zakat Fitri Di Masa Wabah covid-19

Shalat Tarawih, Shalat Id Dan Zakat Fitri Di Masa Wabah Korona

Kementrian Urusan Agama Islam Kerajaan Saudi Arabia menyampaikan beberapa pertanyaan kepada Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia dan ketua Haiah Kibaril Ulama, Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alusy Syaikh hafizhahullah disebabkan butuhnya manusia kepada penjelasan tentang hukum-hukum terkait urusan agama mereka dan disebabkan banyaknya apa yang datang kepada kementrian berupa pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang diberkahi di masa bencana wabah corona covid-19, berikut penjelasannya :

Pertanyaan pertama : tentang disyariatkannya melakukan shalat tarawih di rumah ?

Maka beliau menjawab : terkait shalat tarawih di rumah-rumah pada bulan Ramadhan tahun ini dikarenakan tidak mungkin dilakukan di masjid-masjid disebabkan langkah-langkah penjagaan yang diambil oleh instansi-instansi terkait dalam rangka mencegah tersebarnya virus corona covid-19 yang baru (Covid 19) maka hendaknya kaum muslimin melakukan shalat tarawih di rumah-rumah mereka untuk mendapatkan keutamaan qiyamul lain di bulan Ramadhan yang diberkahi, dan dikarenakan Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah melakukan qiyam Ramadhan di rumahnya, dan tidak samar lagi bahwa hukum shalat tarawih adalah sunnah dan tidak wajib.

24 Sya'ban 1441 H / 17 April 2020.

Sumber : https://sabq.org/qZGcFr

وجهت وزارة الشؤون الإسلامية والدعوة والإرشاد عددا من الأسئلة على سماحة مفتي عام المملكة رئيس هيئة كبار العلماء والرئيس العام للبحوث العلمية والإفتاء سماحة الشيخ عبدالعزيز بن عبدالله بن محمد آل الشيخ، لحاجة الناس لبيان أحكام أمور دينهم، ولكثرة ما يرد للوزارة من الأسئلة المتعلقة بشهر رمضان المبارك في ظل جائحة كورونا ، حيث جاء السؤال الأول عن مشروعية صلاة التراويح في البيوت؟

فأجاب سماحته: بالنسبة لصلاة التراويح في البيوت في شهر مضان لهذا العام لتعذر إقامتها في المساجد بسبب الإجراءات الاحترازية التي اتخذتها الجهات المختصة لمكافحة انتشار فيروس كورونا الجديد، فإن الناس يصلونها في بيوتهم تحصيلاً لفضيلة قيام ليالي رمضان المباركة، ولثبوت صلاة النبي صلى الله عليه وسلم قيام رمضان في بيته، ولا يخفى أن صلاة التراويح سنة وليست واجبة .

Pertanyaan kedua : tentang disyariatkannya shalat id di rumah-rumah ?

Jawaban Samahatusy Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Alusy Syaikh hafizhahullah :

Adapun shalat id apabila keadaan virus corona covid-19 terus berlanjut dan tidak mungkin shalat id dilaksanakan di mushalla-mushalla (tanah lapang) dan masjid-masjid yang dikhususkan untuk diselenggarakannya shalat id maka shalat id dilakukan di rumah-rumah dengan tanpa khutbah setelahnya.

Dan telah muncul sebelumnya fatwa dari Al Lajnah Ad Daimah lil Fatwa dimana tersebut di dalamnya pernyataan berikut :

"Dan barangsiapa yang terluput dari melaksanakan shalat id dan ia ingin mengqadhanya maka disunnahkan baginya untuk mengqadha shalat id tersebut sehingga ia melakukan shalat id sesuai dengan cara yang telah dituntunkan oleh syariat dengan tanpa khutbah setelahnya".

Maka jika mengqadha shalat id disunnahkan bagi orang yang terluput dari melaksanakannya bersama imam yang melakukan shalat id bersama kaum muslimin, maka lebih disyariatkan lagi untuk dilakukan oleh orang-orang yang tidak diselenggarakan shalat id di negeri mereka; dikarenakan melaksanakan shalat id walaupun di rumah adalah bentuk melaksanakan syiar islam tersebut sesuai dengan kemampuan, dan Allah Ta'ala berfirman :
فاتقوا الله ما استطعتم.
"Maka bertakwalah kalian sesuai dengan kemampuan kalian".

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :
إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم.
"Apabila aku memerintahkan kalian dengan sesuatu maka lakukanlah hal itu sesuai dengan kemampuan kalian".

24 Sya'ban 1441 H / 17 April 2020.
صلاة العيد في البيوت فيما جاء السؤال الثاني عن مشروعية صلاة العيد في البيوت؟

- أجاب سماحته: أما صلاة العيد فإذا استمر الوضع القائم ولم تمكن إقامتها في المصليات والمساجد المخصصة لها، فإنها تصلى في البيوت دون خطبة بعدها، وسبق صدور فتوى من اللجنة الدائمة للفتوى جاء فيها: (ومن فاتته صلاة العيد وأحب قضاءها استُحب له ذلك فيصليها على صفتها من دون خطبة بعدها)، فإذا كان القضاء مستحباً في حق مَن فاتته الصلاة مع الإمام الذي أدّى صلاة العيد بالمسلمين، فمن باب أولى أن تكون إقامتها مشروعة في حق مَن لم تُقم صلاة العيد في بلدهم لأن في ذلك إقامة لتلك الشعيرة حسب الاستطاعة) ، والله تعالى يقول: ((فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ))، وقال النبي -صلى الله عليه وسلم-: (إذا أمرتكم بأمر فأتوا منه ما استطعتم).

repost from whatsapp group
writer unknow
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: