-->

70 Hari 98 Ribu Lebih Masjid Ditutup di Arab Saudi, Bagaimana Umrah dan Haji?

Selama 70 hari, penduduk Arab Saudi tidak dapat melaksanakan shalat berjamaah di 98.800 masjid di seluruh wilayah Kerajaan.

Hal ini terjadi setelah Kibar Ulama Arab Saudi memutuskan untuk menutup masjid sebagai tindakan pencegahan penyebaran virus corona.

Kecuali Masjidil Haram Makkah dan Masjid Nabawi Madinah yang tetap melaksanakan shalat Jum’at dan berjemaah 5 waktu dengan jumlah jemaah terbatas.

Direncanakan mulai 8 Syawwal 1441 (31 Mei 2020), sampai dengan Sabtu, 28 Syawal 1441 (20 Juni 2020), masjid akan dibuka kembali.

Tahap kedua dari beberapa langkah pemulihan kembali kehidupan normal di Arab Saudi ini, akan tetap dimonitor dan dievaluasi.

Jika kondisinya menunjukkan gejala positif, maka mulai 29 Syawal 1441 (21 Juni 2020), Saudi diharapkan sudah dapat kembali seperti biasa. Meskipun, tetap memperhatikan instruksi kesehatan untuk tindakan pencegahan dan pembatasan sosial.

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah masih tetap menangguhkan aktivitas umrah dan ziarah ke tempat-tempat suci di Mekah dan Madinah.

Dalam cuitan di akun resmi twitternya, dijelaskan bahwa kebijakan penangguhan umrah dan ziarah masih tetap dilakukan, hingga ada evaluasi berkala sesuai kondisi yang memungkinkan dan rekomendasi yang dikeluarkan oleh komite yang kompeten. (saudinesia) 

Haramain update
t.me/haramainupdate
ig.haramain update
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: