-->

lolos seleksi di 2 kampus arab saudi dalam waktu berdekatan, ini akibatnya

lolos seleksi di 2 kampus arab saudi

Tak Bosan Share Info Beasiswa Saudi

"Saya sudah diterima di kampus A, tapi saya inginnya kuliah di kampus B," kata seorang teman.
Akhi fillah... Kalau memang tidak berminat belajar di kampus A, mestinya tidak usah mendaftar. Berikan kesempatan itu kepada orang lain. 

Jika seseorang diterima di salah satu kampus di Saudi, kemudian tidak mengambilnya, karena mengharap diterima di kampus lain yang dianggap lebih bagus, ada dua keadaan:

Pertama, telah berbuat dzalim kepada orang lain. Kursi yang telah ia raih, yang semestinya dapat diambil orang, telah hilang sia-sia.

Kedua, dzalim kepada diri sendiri. Karena sering kali kampus yang diharapkannya ternyata tidak menerimanya. Akhirnya gak jadi kuliah di Saudi.

Temans...
Proses penerimaan kampus di Saudi bagi orang asing (kita ini orang Indonesia, jadi termasuk orang asing ya), berkasnya akan mengerucut ke Kementrian Luar negeri Arab Saudi. Kalau pihak Kemenlu sudah ACC, visa akan segera turun.

Ada kalanya begini:
Fulan daftar di kampus A,B, dan C. Ternyata dia diterima di kampus A dan B. Saat berkasnya masuk di Kemenlu, dia ditolak, karena ada nama yang sama dari 2 kampus yang berbeda.

Pernah ada kejadian, seorang kawan (maaf tidak saya tag orangnya), dia daftar S2 Qassim University dan King Saud University. Oleh dua kampus ini diterima. Berkasnya lolos dan dianggap layak untuk dapat kuliah di tempat ini.

Menunggu sekian lama, visa tak kunjung keluar hingga 3 tahun lamanya.

Setelah ditelusuri kesana kemari, kesimpulannya adalah karena pihak Kemenlu Saudi tidak mau memberikan persetujuan kepada Fulan ini. Jawabannya; "Ada 2 berkas yang sama dari 2 kampus, masuk ke Kemenlu."

Ini kasuistik sih. Tapi ada dan benar terjadi. Meskipun memang tidak selamanya kejadiannya selalu begini.

Saran aja sih. Kalau memang anda diterima di salah satu kampus, ambil aja. Jangan sampai mendzalimi diri sendiri dan orang lain.

Sebagai gambaran umum, beberapa kampus di Saudi (selain Ummul Quro dan Madinah), yang ada mahasiswa asal Indonesia;

1) King Saud University, kampus pertama yang didirikan di Saudi. Ada di ibukota Saudi; Riyadh.

2) Al Imam Muhammad Ibn Saud Islamic University, kampus Islam pertama yang didirikan di Saudi. Kampus ini namanya sering tertukar dengan nama di point 1. Padahal beda. Terletak di Riyadh.

3) King Khalid University. Terletak di kota Abha. Wilayah Saudi yang cuacanya sejuk sepanjang tahun. Mirip suasana Puncak, Bogor.

4) Qassim University. Berada di daerah Unaizah, kota santrinya Saudi.

5) Najran University. Ada di ujung selatan Saudi. Dekat dengan perbatasan Yaman. Kota ini jadi langganan serangan rudal oleh pemberontak Syah Houthi Yaman.

6) Tabuk University. Dekat dengan negara Jordan. Kadang turun salju.

7) King Abdul Aziz University. Bearada di jeddah. Jarak sekitar 100 km dari kota Mekkah. 
Lokasinya dekat sekali dengan laut merah.

Banyak kampus-kampus lainnya yang tidak disebut. Semoga nanti dapat di riview satu-satu.

source Budi Marta Saudin
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: