Kedengkian makin membara di dada Ka'b bin Al-Asyraf

Kedengkian makin membara di dada Ka'b bin Al-Asyraf

Kedengkian makin membara di dada Ka'b bin Al-Asyraf. Baginya, posisi kaum muslimin di Madinah yang menguat hari demi hari akan membahayakan eksistensi kaumnya, yaitu kaum Yahudi.
Kekuatan orang-orang muslim itu harus segera dihancurkan. Namun bagaimana caranya?

Terpikirkan olehnya untuk menggalang kerja sama dengan musyrikin Quraisy.
Maka, ia pun bergegas pergi ke Mekah. Ia ingin segera mewujudkan impiannya dan tidak mau menundanya.

Ibnu Abbas berkata:

لما قدم كعب بن الأشرف مكة، قالت له قريش:
"Ketika Ka'b bin Al-Asyraf tiba di Mekah, orang-orang Quraisy berkata kepadanya:

أنت حَبْر أهل المدينة وسيدهم؟
"Engkau pemuka agama dan pemimpin penduduk Madinah?"

قال:
Ka’b menjawab:

نعم.
"Ya."

قالوا:
Mereka berkata lagi:

ألا ترى إلى هذا الصُّنبور المنبتر من قومه، يزعم أنه خير منا، ونحن أهل الحجيج وأهل السِّدانة وأهل السِّقاية؟
"Apakah engkau tidak melihat orang yang terlantar dan terasing dari kaumnya ini? Ia menyangka bahwa dirinya lebih baik daripada kami, padahal kamilah yang melayani jamaah haji, mengurus Ka'bah dan mengatur minum jamaah haji."

قال:
Ka'b berkata:

أنتم خير منه.
"Kalian lebih baik darinya!"

فأنزلت:
Maka turunlah firman-Nya:

(إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ) [سورة الكوثر: 3]
"Sesungguhnya orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat-Nya)." (Al-Kausar: 3)

وأنزلت:
Turun pula firman-Nya:

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا
"Apakah engkau tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari kitab? Mereka percaya kepada Jibt dan Tagut, dan mengatakan kepada orang-orang kafir, bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman.

أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ وَمَنْ يَلْعَنِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ نَصِيرًا
Mereka itulah orang yang dilaknat Allah. Siapa yang dilaknat Allah, niscaya engkau tidak akan memperoleh penolong baginya." (QS. An-Nisa’: 51-52)

(Jami’ Al-Bayaan Fii Ta’wil Al-Quran)

Siapa yang dimaksudkan oleh musyrikin Quraisy dengan orang yang terlantar dan terasing dari kaumnya ini? Yaitu Nabi Muhammad ﷺ.

Siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang diberi bagian dari kitab ? Yaitu orang-orang Yahudi dan kitab di sini maksudnya yaitu Taurat.

Jibt adalah tukang sihir, tukang ramal dan semacamnya.

Tagut adalah segala sesuatu yang diperlakukan secara melampaui batas, baik dengan disembah, diikuti, atau ditaati.

Maksud 2 ayat tadi:

Lihatlah keadaan orang-orang Yahudi itu, mereka sudah memiliki kitab suci, tapi kenapa mereka masih juga percaya pada sihir, dan perdukunan?!

Mereka memiliki kitab suci yang berisi hukum Allah, tapi kenapa mereka masih juga menggunakan hukum manusia dan masih saja melakukan kemusyrikan?!

Dan makin parah lagi, bagaimana bisa mereka lebih mengutamakan para penyembah berhala yang menyekutukan-Nya dibandingkan orang-orang beriman yang mengesakan-Nya?!

Karena itu, pantaslah kalau mereka mendapatkan laknat Allah. Dan kalau seseorang sudah mendapatkan laknat-Nya, maka adakah orang yang bisa menolongnya?

Faidah yang bisa kita petik dari 2 ayat tadi:

1. Buruknya akhlak orang-orang Yahudi.

Syekh Abdurrahman As-Sa’di berkata:

وهذا من قبائح اليهود وحسدهم للنبي ﷺ والمؤمنين، 
"Ini termasuk keburukan orang-orang Yahudi dan kedengkian mereka kepada Nabi ﷺ dan orang-orang yang beriman.

أن أخلاقهم الرذيلة وطبعهم الخبيث، حملهم على ترك الإيمان بالله ورسوله، والتعوض عنه بالإيمان بالجبت والطاغوت، وهو الإيمان بكل عبادة لغير الله، أو حكم بغير شرع الله. فدخل في ذلك السحر والكهانة، وعبادة غير الله، وطاعة الشيطان، كل هذا من الجبت والطاغوت
Akhlak mereka yang rendah dan tabiat mereka yang rusak mendorong mereka untuk tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengganti itu dengan beriman kepada Jibt dan Tagut, yaitu beriman kepada segala peribadatan kepada selain Allah atau menggunakan hukum selain syariat Allah. Termasuk di dalamnya sihir dan perdukunan, peribadatan kepada selain Allah, dan ketaatan kepada setan. Semua itu termasuk Jibt dan Tagut.

وكذلك حَمَلهم الكفر والحسد على أن فضلوا طريقة الكافرين بالله -عبدة الأصنام- على طريق المؤمنين
Demikian pula kekafiran dan kedengkian itu mendorong mereka untuk lebih mengutamakan jalannya orang-orang yang kafir kepada Allah-yaitu para penyembah patung-dibandingkan jalannya orang-orang yang beriman." (Taisir Al-Karim Ar-Rahman)

2. Umat terdahulu terjatuh pada kemusyrikan dalam keadaan mereka memiliki kitab suci.
Kalau umat terdahulu bisa demikian, maka...

3. Umat ini juga bisa terjatuh pada kemusyrikan, walaupun mereka memiliki kitab suci, kalau memang mereka tidak membacanya dan memahaminya.

Dan ini adalah bantahan terhadap para penyembah kubur zaman ini yang menyatakan, "Umat ini terjaga dari syirik, karena itu tidak ada syirik di zaman ini!"

Mereka mengatakan demikian untuk melegalkan kemusyrikan yang mereka lakukan.

4. Wajibnya mengingkari Jibt dan Tagut dan itu kewajiban yang disebutkan dalam semua kitab yang Allah turunkan.

5. Siapa yang tidak mengamalkan ilmu yang ia miliki, maka ia menyerupai orang-orang Yahudi.

6. Wajibnya mengamalkan ilmu dan terlaknatnya orang yang tidak mengamalkan ilmu yang ia miliki.

Siberut, 11 Dzulqa’dah 1441
Abu Yahya Adiya

Sumber:
1. Al-Mulakhkhash Fii Syarh Kitab At-Tauhid karya DR. Saleh Al-Fauzan
2. Jami’ Al-Bayaan Fii Ta’wil Al-Quran karya Imam Ath-Thabari
3. Taisir Al-Karim Ar-Rahman karya Syekh Abdurrahman As-Sa’di
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    No comments: