-->

Antara kasus Mubarak dan Kashoggi, Siapa yang paling menyudutkan Arab saudi

Siapa yang paling menyudutkan Arab saudi

Sebelum wartawan Iran, Masoud Molavi Vardanjani, ditembak mati di jalanan kota Istanbul, Zaki Mubarak telah mengalami nasib serupa.

Mubarak menjadi korban kebiadaban intelijen Ankara selama interogasi, setelah dirinya dituduh menjadi mata-mata untuk Uni Emirate Arab.

Selain itu, dia dituduh terlibat upaya kudeta di Turki pada Juli 2016.

Kantor Kejaksaan Umum di Istanbul menyatakan bahwa Zaki ditangkap bersama 1 orang lain, pada 28 April 2019.

Al-Ghad TV mengutip dari Middle East Affairs, mengungkap file detail terkait pembunuhan Zaki Mubarak di dalam penjara di Turki.

Mubarak diselidiki oleh penyelidik yang melanggar prosedur, yang seharusnya menjadi standar badan penyelidik Ankara.

Saat itu intelijen Istanbul melanggar protap dan tidak melapor ke pemimpin lembaga tersebut di Ankara.

Penyelidik telah melakukan penyiksaan yang berlebihan dan metode yang tidak diketahui oleh interogator badan tersebut.

Sementara itu, dokumen investigasi diubah dua kali, dengan salinan investigasi sebelumnya dimusnahkan.

Mubarak diklaim ditemukan tergantung di depan pintu kamar mandi di sel isolasi, di penjara Silivri dekat Istanbul.

Tetapi pihak keluarganya di Palestina menolak dokumen kematian tersebut.

“Ketika kami menerima jenazah Zaki minggu lalu, kami membawanya ke Mesir dan menemukan jejak penyiksaan keji,” aku Zain al-Din Mubarak, saudara laki-laki Zaki Mubarak.

Dia menambahkan, bahwa jasad Mubarak “terputus lidahnya dan organ dalam di tubuhnya hilang.”

Dia melanjutkan, “Kami meminta pihak berwenang Mesir untuk memeriksa DNA dan melakukan otopsi baru pada mayat.”

“Di tubuhnya jelas menunjukkan tanda-tanda penyiksaan, memar di kepala, dan patah tulang kaki dan tangan.”

“Sayangnya, kami menerima mayatnya di peti mati tertutup dan telah berbau busuk.” Tambah Zain.

Zakaria Mubarak, saudara laki-laki Zaki Mubarak yang lain, yang berada di Kairo, mengajukan permohonan resmi kepada Jaksa Agung Mesir, Nabil Sadiq, agar jenazah diotopsi ulang oleh ahli patologi forensik Mesir.

Dia menambahkan bahwa saudara laki-lakinya berusia 55 tahun, seorang yang “berat badannya dan tidak mungkin bunuh diri.”

“lidahnya dilepas, ada bekas pukulan di kepala, luka dalam di kaki, dan efek pukulan di dada,” jelas Zakaria.

Operasi berulang di Turki dari koloni geng baru di kota-kota Turki mengirim pesan berseri kepada investor dan turis.

Dimulai dengan pembunuhan duta besar Rusia Andrei Karlov di depan semua orang.

Kemudian penghilangan nyawa disertai penyiksaan dan pencurian organ tubuh Zaki Mubarak dan aktivis Suriah, Orouba Barakat.

Yang terakhir Masoud Molavi Vardanjani, yang membuka pintu pertanyaan: “Siapa yang akan menjadi korban baru di Turki di tangan intelijen?”

Turki dikenal sebagai penjara bagi jurnalis. Puluhan ribu yang dipenjara menurut PBB.

Tahun 2017 berdasar Article 301 KUHP Turki, pihak keamanan telah menginterogasi 11.985.000 orang. 1 dari 8 orang Turki dicurigai terkait upaya kudeta.

Tapi kembali lagi, media tidak menceritakannya.

Hanya ketika terjadi kasus Kashoggi, Anda tahu pemerintah dan media mana yang paling menyudutkan Arab Saudi.[]

*) Dari berbagai sumber

Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: