-->

Saya Ibnu Mas'ud masih dirawat di RSUD AA akibat terkena wabah Covid-19


Kita Harus Selalu Waspada

Pesan dari sahabatku dari Pekanbaru yg sudah lama kenal...
Semoga secepatnya Allah beri kesembuhan...

Bismillah, Saya Ibnu Mas'ud. Alhamdulillah wa qhadharallah masih dirawat di RSUD AA akibat terkena wabah Covid-19.

Saya ingin berbagi pengalaman bersama saudara-saudaraku tentang apa yang saya alami dan apa yang rasakan sebelum divonis positif Covid-19.

Awal-awal munculnya wabah ini, saya percaya penuh bahwa ini wabah berbahaya dan mudah menyebar. Tapi kebiasaan berjalan dan keluar rumah tidak pernah berhenti. Sering diingatkan agar tetap di rumah dan keluar bila perlu. Pakai masker dan seseringnya cuci tangan. Adalah sesuatu yang tidak disiplin dilakukan. Karena badan ini terasa enak-enak saja.

Kadang untuk yang tidak penting saya penuhi seperti ajakan kawan keluar hanya sekedar ngopi atau sarapan. Duduk tanpa jaga jarak yang aman. Tidak pakai masker yang benar. Masker hanya digantung di dagu atau di leher.

Bahkan awal Juli saya ke Jakarta untuk urusan yang sebenarnya masih bisa ditunda. Saya yakin saja dengan hasil rapit test yang non reaktif. Padahal saya juga tahu bahwa hasil rapit hanya tes awal dan hasil tidak 100 % akurat.

Akhirnya tanggal 21 Juli 2020 malam saya merasakan badan kurang enak. Selera makan mulai terganggu. Esok nya saya langsung ke RS untuk minta dirawat.

Setelah diperiksa, dokter sampaikan hasilnya saya terkena DBD dengan trombosit yang turun menjadi 109.000. Saya yakin bahwa ini DBD. Selama tiga hari DBD nya diobati. Alhamdulillah hasilnya memuaskan.

Hari keempat muncul gejala lain. Batuk disertai dahak berdarah. Tenggorokan terasa kering. Saya minta dokter periksa lagi. Siang itu juga saya di tes swab dan di foto thorax. Setelah itu langsung dipindahkan ke kamar isolasi.

Dengan kondisi dan daya tahan tubuh menurun. Makan sudah susah sekali. Minum air terasa tidak enak lagi.

Sambil menunggu hasil tes SWAB saya minta dipindahkan ke RSUD AA. Dengan pertimbangan tim pencegahan wabah Covid-19 nya lebih banyak dan lengkap dan punya bangunan khusus untuk pasien Covid-19.

Alhamdulilah, Ahad malam saya dipindahkan dengan kondisi cukup lumayan menderita dan rasa badan tidak menentu.

Di RSUD AA langsung diberikan obat, dan infus. Alhamdulillah, Senin paginya rasa badan lumayan enak. Walau untuk makan masih hilang selera.

Modal zikir, doa dan baca alquran jadi penambah semangat dan membuat saya bertambah yakin bahwa ini ujian yang Allah berikan. Alhamdulillah sampai hari ke 13 ini kondisi bertambah baik. Dan sudah empat hari infus tidak dipasang lagi.

Saudaraku, dari kejadian yang saya alami diatas, saya mulai menyadari bahwa selama ini saya sudah banyak lakukan kesalahan. Abai dan cuai untuk patuhi protab Covid-19. Dan terkadang cenderung meremehkan.

Akibatnya saya sendiri benar-benar mengalaminya.

Alhamdulillah, rupanya apa yang saya alami masih ringan dibanding beberapa pasien Covid-19 lain. Yang juga dirawat digedung yang sama.

Teringat saya dengan nasihat Rasulullah tentang bagaimana seharusnya kita menghadapi wabah mematikan.

Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam mengingatkan: "Tha'un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka, apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari darinya." (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Rasulullah juga menganjurkan untuk isolasi bagi yang sedang sakit dengan yang sehat agar penyakit yang dialaminya tidak menular kepada yang lain. Sebagaimana hadits: "Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat." (HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

Dengan demikian, penyebaran wabah penyakit menular dapat dicegah dan diminimalisir.

Aktivitas inilah yang sekarang dikenal dengan social distancing, yakni suatu pembatasan untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19. Caranya adalah jauhi kerumunan, jaga jarak, dan di rumah saja kecuali diperlukan.

Kegiatan social distancing tak hanya dalam muamalah seperti pendidikan, ekonomi, politik, hukum, sosial, budaya, pemerintahan dan sebagainya yang langsung berhubungan dengan sesama manusia, tetapi juga dalam ibadah.

Dengan demikian, shalat berjemaah di masjid boleh diganti dengan shalat di rumah. Shalat Jumat pun boleh diganti dengan shalat zhuhur di rumah, guna menghindari wabah penyakit. Inilah yang kemudian dalam hadits yang dijadikan kaidah fikih, yakni

لاضرر ولا ضرار
laa dharara walaa dhiraar; "tidak boleh berbuat mudharat dan hal yang menimbulkan mudharat" (HR.Ibnu Majah dan Ahmad ibnu Hanbal dari Abdullah ibnu 'Abbas), dijadikan pedoman untuk menghindari mudharat yang lebih besar.

Hadits inilah yang saya tidak serius amalkan dan kerjakan. Walau sudah dibaca berulang-ulang.

Padahal disini jelas dan terang bagaimana Rasulullah menjelaskan dan berikan nasihat.

Kesimpulannya. Bahwa apa yang saya alami ini adalah ujian dan pelajaran berharga yang perlu saya berbagi kepada saudara-saudaraku.

Yang namanya New Normal, bukanlah sesuatu yang kita jalani dengan kebebasan tanpa ikut aturan. Tapi sebuah situasi baru yang kita benar-benar harus ikuti (protokol kesehatan, red) dan jaga agar tubuh bisa menghadapi wabah.

Kebiasaan mengusap muka, masukan jari ke hidung dan mulut, menggosok-gosok mata adalah satu kebiasaan yang sangat berpotensi sebagai pengantar virus kedalam tubuh. Apalagi dalam kondisi tidak cuci tangan sebelumnya.

Mari saudaraku. Patuhilah protap pencegahan Covid-19. Jangan nekat untuk mencoba menikmati wabah ini. Karena kondisi daya tahan tubuh kita tidak sama. Jika kita kena, akan ada beberapa orang yang dekat juga beresiko kena. Saya sudah membuat 4 (empat) orang terkena wabah ini. Tanpa tahu kapan dan dimana virus ini masuk ke tubuh mereka. Saya merasa sedih dan menyesal. Gara-gara kelalaian saya orang lain dan orang terdekat saya ikut merasakan akibatnya.

Semoga Allah angkat virus ini dari tubuh saya dan orang-orang yang sedang mengalaminya dan tidak tinggal sedikitpun. Aamiin.

Mohon maaf mungkin tulisan ini mengganggu kenyamanan dan ketenangan saudaraku.

source https://www.facebook.com/100006401801745/posts/2766537656902934/?app=fbl
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: