Fakta sejarah, jangan terlalu berharap musuh islam akan bersikap jujur dan sportif

Kesalahan kaum muslimin itu kita percaya begitu saja kalau musuh kita, orang-orang kafir akan bersikap jujur dan sportif. 

Diponegoro diundang kafir Belanda untuk berunding di bulan Ramadhan. Beliau percaya saja. Tiba-tiba ditangkap dan dibuang beliau sama kafir² itu. 

Kafir Yahudi datang ke Palestine sebagai pengungsi. Diterima oleh bangsa Arab. Tiba-tiba bikin negara dan menguasai tanah Arab.

Nabi saja tidak mengajarkan kepolosan seperti itu. Beliau mengajarkan kewaspadaan. Ada precautions.

Ketika beliau membuat perjanjian dengan Musyrikin Quraiys, salah satu klausul perjanjian adalah beliau diperbolehkan untuk umroh, tapi tidak boleh umroh membawa senjata kecuali pedang dalam sarung.

Maka apa yang dilakukan oleh Nabi?

Beliau menepati janji itu. Bersama 2.000 sahabat beliau umroh dengan pedang dalam sarungnya. 

Tapi...

Di luar kota Makkah, beliau menempatkan 200 pasukan dengan senjata lengkap. Komandannya Aus bin Khauliy Al Anshori. Ini sebagai persiapan dan kewaspadaan, kalau-kalau musyrikin berkhianat. 

Waspada itu harus. Kita tidak bisa menganggap musuh kita itu sama dengan kita. Banyak orang machiavelis, cara apapun mereka tempuh asal tujuan tercapai.

Belajar siroh itu bukan cuma tahu kapan perang ini terjadi, siapa yang terlibat.. Bukan itu saja, tapi coba ambil pelajaran dari setiap fase kehidupan dari junjungan kita Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Tidak ada komentar: