-->

Sunnahkah mencium atau menempelkan mushaf alquran setelah dibaca ?


Kamu pernah enggak mencium mushaf Al Qur’an -setelah membacanya-, atau menempelkannya di kening, atau mendekapnya di dada sebagai atas nama ‘kecintaan terhadap Al Qur’an ?’

Kalaupun belum, kamu pernah tidak melihat mereka yang pernah melakukannya ?

Nah apakah hal ini termasuk sunnah ?

Insya Allah dalam risalah ini ana secara ringkas akan mengulasnya, semoga bermanfaat….

FATWA SYAIKH AL ‘UTSAIMIN rohimahulloh :

تقبيل المصحف بدعة
Mencium mushaf (Al Qur’an) adalah BID”AH !!

لأن هذا المقبل إنما أراد التقرب إلى الله عز وجل بتقبيله
Hal ini karena ORANG YANG MENCIUM MUSHAF ALQUR’AN, SAAT MENCIUMNYA BERTUJUAN SEBAGAI BENTUK TAQORRUB KEPADA ALLAH (‘PERIBADATAN )

ومعلوم أنه لا يتقرب إلى الله إلا بما شرعه الله عز وجل
Padahal telah ma’lum bahwasanya TAK BOLEH MELAKUKAN TAQORRUB KEPADA ALLAH (PERIBADATAN) KECUALI DENGAN APA YANG DISYARI’ATKAN OLEH ‘ALLAH ‘AZZA WA JALLA !

ولم يشرع الله تعالى تقبيل ما كتب فيه كلامه
Dan Allah Ta’ala TIDAKLAH MENSYARI’ATKAN UNTUK MENCIUM APA YANG DI DALAMNYA TERTULIS KALAM-NYA (MUSHAF).

وفي عهد النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كتب القرآن لكنه لم يجمع إنما كتب فيه آيات مكتوبة
Di zaman Nabi shollalloohu ‘alaihi wa sallam Al Qur’an juga telah ditulis (di atas pelepah dan sebagainya -pent.) walau masih dalam lembaran yang masih berserakan, belum terhimpun.

ومع ذلك لم يكن يقبلها صلى الله عليه وعلى آله وسلم ولم يكن الصحابة يقبلونها
Namun bersamaan dengan itu NABI shollalloohu ‘alaihi wa sallam TAK PERNAH MENCIUMINYA (lembaran yang bertuliskan ayat Qur’an -pent), dan PARA SHAHABAT rodhialloohu ‘anhum pun TAK ADA YANG PERNAH MENCIUMINYA !

فهي بدعة
Maka (ini semua menunjukkan) BAHWA HAL ITU ADALAH BID’AH

وينهى عنها
DAN MESTI DICEGAH DARI MELAKUKANNYA !

ثم إن بعض الناس أراه يقبله ويضع جبهته عليه كأنما يسجد عليه
Lantas ada sebagian manusia yang aku melihat dia MENCIUM MUSHAF TERSEBUT DAN BAHKAN LALU MELETAKKAN MUSHAF TERSEBUT PADA KENINGNYA, SEAKAN-AKAN IA SEDANG BERSUJUD PADANYA !

وهذا أيضا منكر.
Maka ini juga (termasuk perbuatan yang) MUNKAR !
(Fataawaa Nuur ‘alaa darb li Syaikh al ‘Utsaimin rohimahulloh [I:42])
Dikutip dari : http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35850

Dalam kesempatan lain saat SYAIKH AL ‘UTSAIMIN rohimahulloh ditanya tentang adakah periwayat dari shahabat rodhialloohu ‘anhum bahwa mereka mencium mushaf Al Qur’an atau MENDEKAP AL QUR’AN ITU DI DADA ?

Maka SYAIKH AL ‘UTSAIMIN rohimahulloh menjawab :

لا أظنه يصح عن الصحابة,
Aku tidak menganggap ada informasi yang shohih dari (seorang ) shahabat pun (bahwa mereka pernah mencium mushaf atau mendekapkannya di dada sebagai bentuk peribadatan -pent.)

هذا بدعة محدثة أخيراً,
Ini adalah BID’AH YANG DIADA -ADAKAN DI ERA BELAKANGAN INI !!

والصواب أنها بدعة وأنه لا يقبل,
Dan yang benar bahwa hal tersebut adalah suatu perkara BID’AH dan TAK BOLEH MENCIUMNYA !

ولا شيء من الجمادات يقبل إلا شيء واحد وهو الحجر الأسود,
TTAK ADA SATUPUN BENDA MATI YANG BOLEH DICIUM (SEBAGAI BENTUK PERIBADATAN KECUALI SATU, YAKNI : HAJAR ASWAD !

وغيره لا يقبل.
SELAIN HAJAR ASWAD, MAKA TAK BOLEH ADA BENDA LAIN YANG DICIUM (sebagai bentuk peribadatan -pent.) !

احترام المصحف حقيقة بألا تمسه إلا على طهارة,
MEMULIAKAN MUSHAF AL QUR’AN YANG HAKIKI (sebab biasanya inilah alasan yang digunakan mereka yang menganggap sunnah mencium Mushaf Al Qur’an, atau menempelkan di keningnya, atau mendekapkannya di dada -pent.) ADALAH DENGAN TAK MENYENTUHNYA KECUALI DALAM KEADAAN SUCI

وأن تعمل بما فيه.
dan ENGKAU BERAMAL DENGA DENGAN APA APA YANG ADA DI DALAMNYA (TUNTUNAN AL QUR’AN -pent.)

تصديقاً للأخبار
MEMBENARKAN SEGALA APA YANG DIKHABARKAN AL QUR’AN

وامتثالاً لأوامره
MENGERJAKAN SEGALA PERINTAHNYA (YANG TERDAPAT DALAM ALQUR’AN)

واجتناباً لنواهيه.
serta MENJAUHI SEGALA LARANGANNYA -maka inilah hakekat MEMULIAKAN AL QUR’AN –pent.)
https://www.sahab.net/forums/index.php=92730

FATWA SYAIKH AL ALBANI rohimahulloh :

Saat ditanya tentang hukum mencium mushaf Al Qur’an, maka beliau menjawab -diantaranya- :

هذا مما يدخل – في اعتقادنا – في عموم الأحاديث التي منها
Menurut keyakinan kami, bahwa perbuatan ini termasuk pada keumuman hadits yang di mana di dalamnya Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

( إياكم ومحدثات الأمور , فإن كل محدثة بدعة , وكل بدعة ضلالة )
“Hati-hatilah kalian terhadap perkara-perkara (ibadah) yang diada-adakan, sebab semua ibadah yang diada-adakan adalah BID’AH, dan SEMUA BID’AH ADALAH SESAT !!

وفي حديث آخر
Dalam hadits lain disebutkan :

كل ضلالة في النار
“Dan semua kesesatan tempatnya di neraka !“

فكثير من الناس لهم موقف خاص من مثل هذه الجزئية , يقولون : وماذا في ذلك ؟! ما هو إلا إظهار تبجيل وتعظيم القران ,
Kebanyakan orang jika ditanya alasan APA YANG MELATARBELAKANGIMU MELAKUKAN HAL INI ? maka mereka aakan mengatakan bahwa MENCIUM MUSHAF ADALAH SEBAGAI BENTUK PEMULIAAN DAN PENGHORMATAN TERHADAP ALQUR’AN

ونحن نقول صدقتم ليس فيه إلا تبجيل وتعظيم القران الكريم !
Maka kami katakana : “BENAR … ANDA TELAH BENAR BAHWA ITU SEBAGAI BENTUK PENGAGUNGAN DAN PENGHORMATAN TERHADAP ALQUR’AN !

ولكن تُرى هل هذا التبجيل والتعظيم كان خافياً على الجيل الأول -وهم صحابة الرسول صلى الله عليه وسلم- وكذلك أتباعهم وكذلك أتباع التابعين من بعدهم ؟
Tapi persoalannya adalah : (Apabila cara menghormati dan mengagungkan Qur’an itu dengan cara menciumnya -pent.) maka : MENGAPA CARA INI (kalau dianggap cara yang benar -pent.) TAK PERNAH DILAKUKAN OLEH GENERASI UTAMA UMMAT INI -YAKNI MEREKA PARA SHAHABAT ROSULULLOH shollalloohu ‘alaihi wa sallam- DAN JUGA DTIDAK DILAKUKAN OLEH GENERSI DI BAWAHNYA (TABI’IN), DAN TABI’UT TABI’IN (padahal mereka adalah generasi terbaik ummat, paling semangat agama, dan paling faham syari’at -pent.) ?

لا شك أن الجواب سيكون كمال قال علماء السلف :
TIDAK DIRAGUKAN (JIKA SAJA MENCIUM MUSHAF QUR’AN ADALAH SUNNAH, SUDAH BARANG TENTU MEREKA AKAN BERSEGERA MENGAMALKANNYA -pent) sebagaimana perkataan salaf :

لو كان خيراُ لسبقونا إليه .
“Seandainya suatu perkara (yang kalian anggap sebagai bagian dar agama itu memang benar benar ada sumbernya yang shah dan benar benar baik -pent.) niscaya mereka (para sahabat Rosul Shollallahu ‘alaihi wa sallam) telah lebih dulu melakukannya !“

https://www.sahab.net/forums/index.php?=92730

Sebagai penutup kami merasa alangkah bagusnya mencantumkan perkataan SYAIKH DR. AROFAT BIN HASAN AL MUHAMMADI hafizhohulloh dalam masalah ini yang berkata :

تقبيل المصحف لم يكن مأثورا،
"Mencium mushaf TIDAK MEMILIKI LANDASAN DALIL

ولا صح عن أحد من الصحابة،
Dan TIDAK ADA INFORMASI SHOHIH SEORANG PUN DARI SHAHABAT rodhialloohu ‘anhum (yang menunjukkan disukainya hal ini -pent.)

ولا يقاس على الحجر الأسود،
Dan hal ini TIDAK BISA DIQIASKAN DENGAN (KEBOLEHAN) MENCIUM HAJAR ASWAD !! tidak

ونص بعض الفقهاء على بدعيته،
Dan sebagian ulama ahli fiqih menyatakan bahwa itu merupakan BID’AH !

وعجبت لمن يقبله ويخالفه ظاهرا وباطنا.
dan SAYA HERAN KEPADA MEREKA (YANG ATAS NAMA MENGANGUNGKAN , MEMULIAKAN DAN CINTA -pent.) TERHADAP QUR’AN MENCIUMI MUSHAFNYA, NAMUN IA MENYELISIHI ALQUR’AN BAIK LAHIR MAUPUN BATINNYA !
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/787903278122164224

Walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin, wa shollalloohu ‘alaa Muhammadin …

By : Berik Said
Baca Juga
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: