-->

Koreksi flyer "beda Muhammadiyah dan salafi" oleh ustadz la Ode Abu hanifah


Sejarah mencatat bahwa Pendiri Muhammadiyah, Kiyai Ahmad Dahlan -rahimahulloh- melakukan Poligami atau pernikahan dengan lebih dari satu orang istri.

Berikut adalah nama-nama Istrinya:
1. Siti Walidah, putri dari pejabat agama dari lingkungan Keraton Yogyakarta, Kiai Haji Muhammad Fadli.
2. Seorang Putri Keraton Yogyakarta, Raden Ayu Soetidjah Windyaningrum
3. Nyai Rum, adik dari Kiai Munawar, seorang pemuka Nahdlatul Ulama (NU) yang mengasuh pondok pesantren di Krapyak, Yogyakarta.
4. Nyai Aisyah, putri dari seorang penghulu bangsawan di Cianjur
....
Catat:
Presiden RI pertama, Pa Soekarno juga seorang yang melakukan Poligami.
...

Koreksi pada poin: Peringatan Maulid Nabi.

Setau saya, Muhammadiyah juga mengharamkan peringatan perayaan maulid nabi

Mungkin ada yang bertanya:
Antum tau dari mana ? Memangnya antum orang Muhammadiyah ?

Saya jawab:
Saya di didik pada sekolah Muhammadiyah, jadi tau bahwa sekolah-sekolah Muhammadiyah tidak ada yang mengadakan peringatan maulid nabi. Bahkan sekolah mereka tidak libur ketika tanggal merah karena ada peringatan tersebut

Terus letak mengharamkannya dimana ? Saya jawab: dulu, sering saya dengar guru-guru di sekolah membacakan dalil tentang haramnya bid'ah dalam Islam dan salahsatu bentuk bid'ah adalah peringatan maulid nabi.

Bukan hanya peringatan Maulid,
Guru-guru saya disekolah Muhammadiyah juga menjelaskan haramnya peringatan Isro mi'raj dan peringatan tahun baru Islam. Diantara alasannya karena itu semua bid'ah dalam Islam.

Prinsip organisasi mungkin mengharamkan, tapi ada da'i da'i di organisasi yg bersebrangan pendapat tentang maulid

Pada poin "berpakaian"

Dalam hal ini,
Salafiy juga memberikan batasan dalam berpakaian:
"Menutup aurat dan pakaian bukan merupakan pakaian khusus dari orang-orang kafir"

Jadi salafiyun atau orang² Salafiy sudah biasa sejak dulu berpakaian penduduk lokal ataupun selainnya. Seperti kaos, batik dan lainnya itu boleh.

Yang penting pakaian tersebut masih dalam batasan yang sudah dijelaskan di atas.

Diantara Salafiy yang saya lihat sendiri mengenakan pakaian kaos berkerah adalah
1. Ustadz Abdul Hakim Abdat
2. Ustadz Yazid Abdul Qodir Jawas

Semoga Allah ta'ala merahmati keduanya

Koreksi pada poin: Zakat Fitrah

Zakat Fitrah dengan harus makanan pokok ataupun dengan uang bukan suatu hal yang di sepakati oleh Ulama kaum Muslimin

Setidaknya, dalam Salafiy juga terdapat dua pendapat Ulama dalam zakat fitrah
1. Harus dengan makanan pokok
2. Boleh dengan nilai dari makanan pokok. Artinya boleh dengan uang yang senilai dengan makanan pokok.

Dua pendapat diatas beredar dan di amalkan di tengah-tengah Salafiy.

Pada poin "Penentuan Ramadhan, Idul Fitri .... "

Dalam hal ini, Muhammadiyah bukan hanya berbeda dengan Salafiy, tapi berbeda juga dengan NU dan Negara Republik Indonesia yang menggunakan metode Rukyah.

poin "berdakwah", keliru yang ada pada gambar tersebut.

Setau saya, Salafiy juga mewajibkan (bukan sekedar harus) untuk hikmah kepada siapapun termasuk kepada orang-orang kafir. Karena Salafiy punya prinsip "Islam rahmatan Lil alamin"


Media-media Salafiy seperti Rodja TV dan lainnya tidak pernah membedakan agama, suku dan lainnya dalam memberikan bantuan kemanusiaan di daerah-daerah bencana

oleh la Ode Abu hanifah
Baca Juga
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: