-->

SANGSI ALLOH KEPADA ORANG SOMBONG.

Sombong adalah sifat tercela yang dibenci oleh Kholiq dan makhluk. Betapa tidak, dari sisi sang Kholiq ini adalah hak prerogatif mutlak milikNya maka Dialah saja yang berhak untuk sombong yang mana salah satu namaNya adalah "Almutakabbir" yang mengagungkan diri. Alloh berfirman dalam surat Alhasyr ayat 23 menjelaskan tentang diriNya:

هُوَ اللّٰهُ الَّذِيْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ اَلْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلٰمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيْزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُۗ سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Sombong adalah mengagungkan diri, yang berkonsekwensi mengecilkan orang lain. Dengan memakai sifat ini, maka realita yang ada, adalah adanya kesenjangan yang sengaja diciptakan oleh orang sombong ini. Orang sombong adalah orang yang merendahkan orang lain. Siapa yang sudi dan rela direndahkan?. Seorang majikan yang tidak menghargai buruhnya dan merendahkannya, pasti sang buruh jengkel dan membenci sang majikan. Padahal dalam starata sosial dan dalam hubungan kerja sang majikan memang berpredikat lebih dari sang buruh. Namun kesombongan sang majikan menjadi sebab ia menuai kebencian, karena ia yang bersombong diri dan memakai sifat tercela, maka yang ia dapatkan adalah ketercelaan.

Adapun Alloh tabaaroka wata'ala, tentu sangat benci dengan orang sombong, karena ia menjadikan dirinya memakai sifatNya yang merupakan kesempurnaan keagunganNya. Ini sangat tidak layak umtuk dioerbuat dan tentunya sangat lancang untuk dilakukan, yang tentunya Alloh azza wajalla yang berhak dengan sifat ini tidak suka pada orang itu. Maka Alloh azza wajallapun memberi sangsi kepada orang ini berupa keterhalangan dia untuk memahami dan mentaati ayat-ayat Alloh, sebagaimana firmannya dalam surat Ala'raf 146:

سَاَصْرِفُ عَنْ اٰيٰتِيَ الَّذِيْنَ يَتَكَبَّرُوْنَ فِى الْاَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّۗ
Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar.

Kemalangan apalagi yang lebih besar selain keterhalangan ia menjadi seorang mukmin. Kerugian apalagi yang paling buruk selain hilangnya kenikmatan mencerna kalam mulia firman Alloh azza wajalla?. Apa yang membuat ia terhalang dari semua itu?. Tidak lain tidak bukan adalah sifat sombong.

Oleh karenanya, Rosululloh 'alaihis sholaatu wassalaamu mensyaratkan ummatnya yang masuk surga adalah yanh zero case dari sigat ini walau seberat zarroh. Dan beliau 'alaihis sholatu wassalaamumelarang sifat ini untuk dipakai ummatnya dengan menjelaskan bahwa dia tidak akan masuk surga yang ada case dengan sifat ini walau samgat sedikit sekali, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Muslim no 131:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Dari Abdullah bin Mas'ud dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan." Seorang laki-laki bertanya, "Sesungguhnya laki-laki menyukai apabila baju dan sandalnya bagus (apakah ini termasuk kesombongan)?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah itu bagus menyukai yang bagus, kesombongan itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.

Semoga Alloh menjaga kita dari sifat sombong dikarenakan adanya kelebihan karunia Alloh tabaroka wata'ala yang kita miliki, baik harta ataupun ilmu...
Amiin ya mujibas sailin.

Emil Abu Rasyid, Lc
Baca Juga
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: