-->

Arrazy Hasyim ahli filsafat yang merusak kemurnian ajaran islam


Bismillah...

KEPADA saudaraku seluruh kaum muslimin sekalian. Kami menghimbau kepada saudaraku semua untuk berhati-hati dengan orang ini. Jangan duduk bersamanya, jangan mendengarkan ceramah-ceramahnya, apalagi mengambil ilmu darinya. Sebab orang ini bukanlah seorang ustadz apalagi ulama. 

Orang ini sejatinya adalah seorang FILOSOF (ahli filsafat). Yang kehadirannya justru akan merusak ajaran-ajaran Islam. Menggiring umat pada kesesatan.

Kita harus bersikap menolak kepada filosof (ahlul kalam).

Coba kita perhatikan, dijelaskan dalam kitab Siyar A’lam an-Nubala, bahwasannya
Imam asy-Syafi'i rahimahullah berkata,

حكمي في أهل الكلام أن يُضربوا بالجريد ويحملوا على الإبل ويطاف بهم في العشائر والقبائل ويُنادى عليهم: هذا جزاء من ترك الكتاب والسنة وأقبل على الكلام
“Sikapku terhadap ahlul kalam (filsafat) adalah menurutku hendaknya mereka dipukul dengan pelepah kurma, kemudian ditaruh di atas unta, lalu diarak keliling kampung dan kabilah-kabilah. Kemudian diserukan kepada orang-orang: inilah akibat bagi orang yang meninggalkan al-Quran dan as-Sunnah serta mengikuti ilmu kalam.”

Siapa itu ahlul kalam?

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan, 

أن أهل الكلام هم الذين اعتمدوا في إثبات العقيدة على العقل
“Ahlul kalam (orang yang belajar ilmu kalam) adalah orang-orang yang bersandar pada akal dalam menetapkan perkara-perkara aqidah.”

Ahlul kalam memang menggunakan dalil, namun ketika dalil nampak bertentangan dengan akal menurut mereka, maka akal lebih dikedepankan daripada dalil. Na'udzubillhi min dzalik..

Oleh karenanya kita harus berhati-hati dan waspada akan penyusup di tubuh kaum muslimin, berkedok ustadz, namun mengajak pada pemikiran-pemikiran sesat.

Na'udzubillahi min dzalik..

Semoga Allah memberinya hidayah..

Orang ini adalah: Dr. Arrazy Hasyim, M.Fils 

(Disunting: AD)

Baca Juga
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    Tidak ada komentar: