Buya Gusrizal: Manujuah hari itu bukanlah ibadat tapi adat

🔽Buya Gusrizal (Ketua MUI SUMBAR)

Manujuah hari itu bukanlah ibadat tapi adat.

Buya tidak Mengijinkan Tradisi Manujua Hari (TAHLILAN)
"Samakin Banyak urang mati, samakin banyak inyo barasaki"

(Mohon Danga Sampai Sudah)

Orang ada mengambil dalil Imam As Suyuthii Bahwa orang yang beriman terfitnah selama 7 hari. Ada yang mengambil ini sebagai hujjah bolehnya menuju hari. 

Buya Mengatakan, "ini jauh, bukan begitu cara berhujjah". ini aneh aneh sajo. 
Lalu ada lagi berhujjah dengan Atsar taus bin khisan, dan juga riwayat umar bin khatab tentang sedekah. itu lain, nan bersedekah dengan manujuah hari itu babeda.

di sikolah fatwa ko jadi kacau balau. dek karano serampangan dalam melakukan tasawur.

Manujuah haritu bukanlah ibadat tapi adat. Adat yang bercampur di dalamnya ibadat. Jadi jaan katoan manujuah haritu maagiah sadakah ka urang. 

Manujuah hari tu hanyo kegiatan yang manjadi tuntutan tradisi.
coba la lihat negeri negeri yang masih mempertahankan tradisi itu:
indak ado kayu janjang di kapiang,
bahkan dikatoan orang tua kita mati wawau, jikalau tradisi ini tidak dilakukan.

Sia nan bagadang (Mandapek Untuang) di siko?, adalah orang nan baperan. Orang Siak.
Samakin Banyak urang mati, samakin banyak inyo barasaki.

Imam Syafii Sendiri Membenci Berkumpul secara khusus setelah Kematian.

Acara Tahlilan ini hanya Membebani Orang yang terkena musibah

ini fakta.

faktor banyak gadai manggadai masa dahulunya, salah satunya adalah untuk tahlilan ini.

Solusinya Sekarang
Cukup sedekah saja untuk mayit. dan ini ada dalilnya. Tanpa ada persyaratan persyaratan tertentu. 

Siapa Buya Gusrizal?
H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag. gelar Datuk Palimo Basa (lahir 13 Agustus 1973) adalah seorang ulama, mubalig, dan mantan dosen Indonesia. Ia menjabat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat periode 2020–2025 sejak 12 Februari 2021. Sebelumnya ia menjabat ketua umum periode 2015–2020 sejak 11 Maret 2016. Beliau adalah lulusan MAPK Koto Baru, Padang Panjang dan Universitas Al-Azhar, Mesir. Ia pernah menjadi dosen di IAIN Imam Bonjol, Padang dan IAIN Bukittinggi.

Link video https://youtu.be/_0DvJFo0OsE

Tidak ada komentar: