-->

MUHAMMADIYAH PUN SAMPAI DIKATAI SEBAGAI 'WAHABI' DAN "KADRUN" OLEH MEREKA

Dulu, bahkan SEJAK AWAL, organisasi massa Islaam Ahlus Sunnah was Salafiyyaah yang tertua (aktif sejak 1330 Hijriyah atau 1912 Masehi) dan terbesar, serta terkaya di Indonesia, yang masih resmi ada, yakni MUHAMMADIYAH, dimaki sebagai:

Wahabi.

Padahal ini istilah hasil rekayasa musuh Islaam, dan tidak benar dalam Sejarah, Aqidah, Tata Bahasa Arab.  

Juga dikatai "Kadrun", di masa Muhammadiyah di Masyumi (bersama Al Irsyad, Persis, dkk.). Menentang Nas-A-Kom (Nasionalisme - Agama - Komunisme) koalisi PNI, NU, dan PKI.

Bahkan K. H. Ahmad Dahlan (keturunan sah Maulana Malik Ibrahim, Wali Songo yang paling tua, dan beliau bergelar bangsawan Keraton Yogya Hadiningrat) pendiri Muhammadiyah pun dikatai sebagai "Kyai Palsu", "Kafir", hingga Mushollah (Langgar Kidul) beliau di Yogyakarta dibakar mereka. 

Dan beliau - bersama Nyai Walidah istri beliau dan K. H. Muhammad Suja' sahabat beliau - diserang hendak dibunuh di Banyuwangi oleh 'kaum Islam Jawa Tradisional (Abangan, Kejawen)'. 

Karena dianggap 'lain'. 

Karena K. H. Ahmad Dahlan dan Muhammadiyah menentang Takhayyyul, Bid'ah, Churofat. 

Sesuai Al Qur'aan, As Sunnah, was Salafiyyaah. 

Bersemboyan "Anti TBC (Anti Takhayyul, Bid'ah, Churofat)". 

Juga karena Muhammadiyah mengikuti ajaran bersanad lurus sejak:

Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab at Tamimi (*), syaikh Muhammad Rosyid Ridho, syaikh Muhammad 'Abduh, syaikh Jamaluddin Al Afghani, syaikh 'Ibnul Qoyyim, syaikh 'Ibnu Taimiyyah, Imaam Madzhab Yang Empat (Abu Hanifah (Hanafi), Malik, Syafi'i dan Ahmad bin Hanbal (Hanbali)), dan sampai ke 3 generasi Salafush Sholih - Sahabat Nabi, Tabi'iin, dan Tabi'ut Tabi'iin - yang dijamin ALLAAH sebagai yang terbaik sampai Rosuululloh shollollohu 'alaihi wa sallam.

Kitab Al Mannar yang banyak juga dipakai di Muhammadiyah (selain Ibnu Katsir, dll.) jelas memuat ajaran mereka. Tanpa kecuali.

Keterangan:

(*) Karena ini, Muhammadiyah juga dimaki sebagai 'Wahabi'. Padahal ini hanya istilah fitnah. Tidak benar dalam Tata Bahasa juga Aqidah dan Sejarah, oleh Inggris, Sufi, Syi'ah, dan Komunis di Indonesia di masa NASAKOM (PNI, NU, PKI) versus MASYUMI (Muhammadiyah, Al Irsyad, Persis, dkk.)

🔹Lihat Sejarah Muhammadiyah: 

https://muhammadiyah.or.id/sejarah-singkat-muhammadiyah/

🔹Muhammadiyah adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah Was Salafiyyaah

https://pwmu.co/40369/11/03/muhammadiyah-itu-golongan-ahlus-sunnah-salafiyyah/

https://www.google.com/amp/s/pwmu.co/17744/11/06/yunahar-ilyas-muhammadiyah-adalah-ahlussunnah-wal-jamaah/amp/

https://www.google.com/amp/s/sangpencerah.id/2013/12/pandangan-prof-dr-yunahar-ilyas-tentang/%3famp

🔹Muhammadiyah tidak bermadzhab karena berperbandingan Madzhab. Berusaha merujuk ke generasi Salafush Sholih: 

https://muhammadiyah.or.id/mengapa-muhammadiyah-tidak-bermadzhab/

https://ibtimes.id/mengapa-muhammadiyah-tidak-bermadzhab/ 

http://www.umm.ac.id/id/muhammadiyah/10838.html

http://tabligh.id/agama-islam-yang-dianut-oleh-muhammadiyah-berbeda-dengan-agama-islam-yang-dianut-oleh-ummat-islam-umum/

Prinsip tidak bermadzhab Muhammadiyah ini sama dengan prinsip banyak Ormas, lembaga, masyarakat Islam lain. Salah satunya, Persis atau Persatuan Islam (1923).

https://www.sigabah.com/beta/tidak-bermadzhab-sebagai-madzhab-persis/

🔹Salah satu dasar Aqidah Ahlus Sunnah Was Salafiyyaah yang dianut Muhammadiyah: 

Allaah istiwa' fi 'Arsy

https://muhammadiyah.or.id/benarkah-allah-ada-di-atas-arsy/

https://fatwatarjih.or.id/apakah-allah-bersemayam-di-atas-arsy/

🔹Tauhid Asma Wa Sifat Ala Keputusan Muktamar Ke-18 sesuai 'Aqidah Ahlus Sunnah Was Salafiyyaah

http://tabligh.id/tauhid-asma-wa-sifat-ala-keputusan-muktamar-ke-18/

🔹️Muhammadiyah tidak ber'aqidah Asy'ariyyaah

http://tabligh.id/tauhid-asma-wa-sifat-ala-keputusan-muktamar-ke-18/

🔹Muhammadiyah Anti Bid'ah 

http://tabligh.id/sikap-muhammadiyah-kepada-pelaku-bidah/

🔹 Muhammadiyah Tidak Bertarekat Sufi/Tasawuf

https://suaramuhammadiyah.id/2019/12/20/mengapa-muhammadiyah-tidak-bertarekat/

🔹 Muhammadiyah tidak memperingati kematian orang di hari-hari tertentu macam yang populer disebut sebagai 'Tahlilan'.

https://fatwatarjih.or.id/tahlilan-dalam-pandangan-muhammadiyah/

Dan sebagainya.

Abu taqi mayestino 
Baca Juga
    Info Penting:
    langganan artikel | menerima tulisan, informasi dan berita untuk di posting | menerima kritik dan saran, WhatsApp ke +62 0895-0283-8327

    Tidak ada komentar: