-->

UCAPAN SALAM KETIKA MASUK RUMAH TIDAK BERPENGHUNI

Selama ini kita sudah terbiasa masuk rumah mengucapkan salam. Akan tetapi, bisa jadi ada di antara kita ketika tahu rumah itu tidak berpenghuni, kita tidak mengucapkan salam. 

Kita dianjurkan untuk tetap mengucapkan salam ketika masuk rumah yang tidak berpenghuni dengan lafaz sebagai berikut,

السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
“Salam/keselamatan bagi diri kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh.”

● Hal ini berdasarkan hadis dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma. Beliau radhiyallahu ‘anhuma berkata,

إذا دخل البيت غير المسكون، فليقل
السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ
“Jika seseorang masuk rumah yang tidak berpenghuni, maka ucapkanlah,

‘Assalaamu ‘alainaa wa’alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin.’

(Salam/keselamatan bagi diri kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh.)” (Adabul Mufrad, 806/ 1055)


● HUKUMNYA adalah sunah (dianjurkan).
__

● An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan,

ويستحب إذا دخل بيته أن يسلم وإن لم يكن فيه أحد، وليقل: السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين
“Disunahkan apabila masuk rumah agar tetap mengucapkan salam meskipun tidak ada seorang pun di dalamnya. Hendaknya dia mengucapkan,

‘Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shaalihiin.’

(Salam/keselamatan bagi diri kami dan bagi hamba-hamba Allah yang saleh.)” (Al-Azkar, hal. 61)
_____

● Sunah ini termasuk dalam perintah Allah Ta’ala dalam Al-Qur’an secara umum. Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً
“Apabila kamu memasuki rumah-rumah, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah.” (QS. An-Nuur: 61)

Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan mengenai keumuman makna ayat ini dan beliau juga menjelaskan rincian salam ketika masuk ke rumah. 

● Beliau rahimahullah berkata,

والأوجه أن يقال : إن هذا عام في دخول كل بيت ، فإن كان فيه ساكن مسلم يقول : السلام عليكم ورحمة الله وبركاته ، وإن لم يكن فيه ساكن يقول : السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين ، وإن كان في البيت من ليس بمسلم قال : السلام على من اتبع الهدى ، أو السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين اهـ

“Dan nampak bagi kami bahwa makna ayat ini bersifat umum, perintah salam ketika masuk semua (jenis) rumah.

Apabila penghuninya muslim, hendaknya mengucapkan, ‘Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.’

Apabila penghuninya tidak ada, mengucapkan, ‘Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahis shalihin.’

Apabila penghuninya nonmuslim, mengucapkan, ‘Assalamu ‘ala manittaba’al huda’, atau ‘Assalamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibaadillaahis shaalihiin.’”

📖 (Lihat Tafsir Qurthubi)

Demikian, semoga penjelasan yang singkat ini bermanfaat untuk kaum muslimin.
_____

Muslim.or.id
Baca Juga
    Info Penting:
    langganan artikel | menerima tulisan, informasi dan berita untuk di posting | menerima kritik dan saran, WhatsApp ke +62 0895-0283-8327

    Tidak ada komentar: