Anak-anak, Emak-emak dan Suami zaman now


ANAK-ANAK ZAMAN NOW
Alangkah indahnya mengenang masa kanak-kanak kita yang telah berlalu. masa ikatan yang begitu kuat mengingat hubungan kita dengan orang sekitar. Keakraban keluarga, hubungan antara orang tua dan anak-anaknya, antara sesama teman di sekolah, dan tetangga sekitar begitu kokoh terjalin.

Di rumah bila tiba jam makan selalu ngumpul bersama, satu meja dan saling bertatap muka bercerita tentang segala hal yang membuat semua bahagia.

Main di luar rumah juga betapa asyiknya, berjalan bareng teman-teman, membuat mainan sendiri, main tak umpetan, main loncat karet, patok lele, galasin, mencari ikan cupang di sawah, menyuluh ikan di diwaktu malam…dst yang penuh keindahan dan kenangan.

Namun kini ,keindahan masa kanak-kanak kita dimasa dulu, sepertinya pupus direnggut arus gelombang globalisasi dan digitalisasi. Zaman milenial sekarang menggerus habis nilai-nilai kebersamaan dan keakraban antar manusia.

Smart Handphone dengan segala perangkat jejaring sosial telah berhasil menggantikan segala macam peran orang tua,keluarga, sahabat dan tetangga bagi manusia. Zaman now membuat manusia tak butuh lagi dengan orang-orang terdekat 

Kau masih bisa melihat anggota keluarga berkumpul bersama di meja makan walaupun jarang, atau duduk bersama di ruang keluarga dan semacamnya, namun jangan berharap banyak kau temukan keakraban dalam berbicara dan bertegur sapa, karena kau lihat setiap orang sibuk dengan perangkat Hp nya.

Orang tua kesulitan untuk dapat bertatap muka dengan anak-anaknya yang betah di kamar seharian, tidak keluar kecuali untuk makan, mandi, buang hajat, beli paket untuk kemudian masuk kembali ke kamar? Tenggelam dalam lautan dunia maya, bak samudera yang tak bertepi. 

Anak-anak zaman now tak tau lagi berbenah di rumah, bantu ortu memasak, mencuci dan menyetrika baju sendiri, apalagi membantu orang tua untuk cari tambahan nafkah…

Perkara yang paling kental diketahui “anak milenial” tak lebih dari sekedar: paket data habis, wifi terputus, power Hp tinggal satu balok, signal lemah, blue tooth menyala, power bank droop.

Bila dulu kita eksis menghadapi segala kesulitan, tegar dan kokoh dengan segala beban hidup, maka kini “anak zaman now” lemah dalam segala hal, fisik lemah, hubungan dan interksi sosial lemah, etos kerja lemah dst. 

Eksisnya mereka hanya dalam tik-tok, IG, FB, Twitter, Youtube. Kepandaian mereka lebih kentara dalam hal berjoget-joget, menggerak-gerakkan badan, menggeleng-gelengkan kepala, berbicara sendiri bak orang gila, tak acuh karena sibuk dengan game-game on linenya.

Anak sekarang menghabiskan uang untuk membeli aplikasi game guna membuat karakter dirinya yang jago, hebat, kaya raya, punya mobil mewah, pasangan kencan yang cantik, berbelanja keliling dunia, menyewa hotel mewah , namun sayangnya semua  hanya dalam hayaladalam dunia maya. 

Dalam dunia nyata, kerja apapun tidak, bisa apapun tidak-kecuali orang-orang yang dirahmati Allah.

Dengan smat Handphone, ibadah lenyap, ukhuwwah hilang, Bacaan Quran lewat, menimba ilmu malas, bahkan kemaksiatan merajela, mulai dari perselingkuhan, perzinahan, pelecehan dan penyimpangan seksual, hingga terseretnya generasi pada paham-paham radikal,liberal,ateis,dan sebagainya.

EMAK-EMAK ZAMAN NOW
Emak-emak zaman now, banyak yang tak acuh lagi dengan rumahnya sendiri, tidak berkemas, tidak membersihkan dan menata rumah, tidak peduli dengan anak-anaknya, tenggelam dalam dunia mayanya.

Bila dulu ayah ibu kita senantiasa mengajarkan makan di rumah saja, ibu kita ahli memasak dan ahli dalam menghemat uang belanja karena memasak  menu makanan sendiri, maka keahlian emak-emak era milenial sekarang pun luar biasa meski dalam bidang lain.

Bila emak-emak dulu jagonya merajut, menenun, menjahit, mengurus suami dan anak-anaknya, maka emak-emak sekarang jagonya selfi, jagonya buat status, jagonya up load segala kegiatan hidupnya, jago memberi komen, jago belanja on line, jagonya joget-joget, kecuali yang dirahmati Allah.

Kau lihat banyak rumah yang terbaikan bak kapal pecah, makanan suami terlantar karena tak siap masak, malas masak , malas mencuci, malas menyetrika, malas berbenah. 

Dengan kecanggihan alat komunikasi sekarang, mudah pasangan suami istri berselingkuh  dengan teman kerjanya, tetangganya. Rumah tangga hancur, anak tercerai-berai, karir terancam dan laknat Allah serta azabnya pun sudah menunggu.

SUAMI ZAMAN NOW
Bencana Hp dan gadged tidak hanya menghantam anak-anak dan emak-emak, lebih dari itu badai Tsunami  era digital juga menyeret suami-suami zaman now menjadi robot-robot kaku yang lupa dengan anak istri sekitanya.

Jangankan bermesraan dan bercanda tawa, bahkan sebagian suami rela meninggalkan istri dan anaknya di rumah, terbang ke dunia maya dengan game-gamenya, tontonan you tube nya.

Hp tidak sedikit membuat suami malas bekerja, malas mencari nafkah, bahkan malas bergerak meninggalkan hp nya, melupakan hak keluarganya, anak istrinya, bahkan hak Tuhannya. Allahul musta’an.

Kawan, semoga Allah melindungi kita, keluarga, Istri dan anak-anak dari beratnya fitnah hand phone ini. Allahul musta’an.

Jakarta, 10 Zulqa’dah 1444/ 30 Mei 2023

Abinya Zubair Ahmad Ridwan MY

Tidak ada komentar: