syeikh utsman khamees: 10 hal yang harus diketahui seorang dai


FAEDAH SYAIKH 'UTSMAN AL-KHAMIS -hafizhahullaah- (Bagian Kedua)

[1]- Allah -Ta'aalaa- berfirman:

{قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ}
“Katakanlah (Muhammad): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan "bashiirah" (keyakinan), Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108)

Seorang da'i tidak dikatakan di atas "bashiirah" sebelum dia mengenal 'Aqidah Shahihah.

[2]- Setelah mengenal 'Aqidah Shahihah; da'i juga harus memperhatikan thariqah (cara) berdakwah.

[3]- Seorang da'i yang berdakwah mengajak kepada Allah; maka harus mengenal Allah.

[4]- Kemudian ia menjadikan manusia mengenal Allah.

[5]- Di antara hal yang menunjukkan pentingnya perkara "mengenal Allah":

- Ayat paling agung dalam Al-Qur-an adalah Ayat Kursi; karena ayat ini berbicara mengenai Allah & mengenalkan Allah.

- Surat teragung adalah Surat Al-Fatihah, dan surat ini juga berbicara tentang Allah.

- Surat Al-Ikhlash sebanding dengan sepertiga Al-Qur-an; karena berisi Sifat Ar-Rahman.

[6]- Dan kita tidak akan bisa menjadikan manusia mengenal Allah kecuali jika kita mengenal Allah, dan mengenal Allah ini termasuk dalam "bashiirah".

Kita harus memperbanyak pengenalan kita terhadap Allah agar kita mengagungkan Allah dalam hati kita.

[7]- Dakwah memiliki beberapa rukun; di antaranya:

- Manhaj yang Shahih dalam dakwah.

- Para da'i yang jujur & ikhlash.

- Wasilah-wasilah yang sesuai untuk dakwah.

[8]- Da'i harus memperhatikan lima perkara;

1. Ikhlas.

2. Kuat dalam berdakwah. Dan keimanan kepada takdir: akan memberikan kekuatan dalam dakwah.

3. Ilmu sebelum berdakwah.

4. Rifq (lemah lembut) ketika berdakwah.

5. Sabar setelah berdakwah.

Kalau da'i mengumpulkan lima perkara ini; maka dakwahnya akan berhasil.

[9]- Adapun orang yang tidak berilmu, jika dia berdakwah; maka bahayanya lebih besar dari manfaatnya. Dia tidak akan bisa membantah syubhat-syubhat; bahkan bisa terpengaruh.

[10]- Da'i yang berjalan dengan benar dalam dakwahnya; maka ia akan merasakan kegembiraan dan kebahagiaan dalam dakwahnya.

-ditulis oleh: Ahmad Hendrix

Tidak ada komentar: