Syeikh Dr. Utsman Al Khamis: BEKAL DALAM BERDAKWAH


(Sepenggal Catatan Faedah Dari Muhadharah Syeikh Dr. Utsman Al Khamis)

Dua tahun ana pernah mengajarkan materi kitab Sirah karya Syeikh Dr. Utsman bin Muhammad Al Khamis berjudul "Fabi Hudaahum Iqtadih" yang berisi Sirah perjalanan para Nabi yang bertabur faedah berharga, terutama dalam dakwah.

Tahun ini, beliau datang ke Indonesia dalam daurah Asatidzah di Batu Malang Jatim. Biasanya kami ikut daurah di Batu. Namun Qadarullahi tahun ini ada udzur sehingga tidak bisa ikut ke sana. Namun Alhamdulillah Allah ganti daurah di Bandung, walau hanya sebentar.

Tepatnya di Masjid Al Aziz Bandung, jam 09.00 beliau memulai muhadharah tentang Dakwah, karena para hadirin adalah para da'i dan asatidzah. Berikut rangkuman yang beliau sampaikan:

Dakwah kepada Allah merupakan amalan para Nabi. Tidak ada yang lebih baik ucapannya daripada para da'i yang mengajak kepada Allah. Maka bersyukurlah kalian para da'i, karena kalian dalam kebaikan yang amat besar.

Seorang da'i membutuhkan 5 hal:
1. Ikhlas
2. Keberanian
3. Ilmu
4. Lemah lembut
5. Kesabaran

Beliau menukil ucapan guru beliau Syeikh Ibnu Utsaimin bahwa ulama itu ada tiga macam:
1. Ulama sulthoh, yang berfatwa sesuai keinginan pemimpin nya.
2. Ulama umat, yang berfatwa sesuai selera masyarakatnya.
3. Ulama Millah, yang berfatwa sesuai syariat dan agama.

Seorang da'i harus selalu memohon kepada Allah agar meneguhkan hati nya agar diberi keikhlasan dalam dakwahnya 

Keberanian ada dua macam:
1. Keberanian asli bawaan sejak lahir.
2. Keberanian yang tumbuh karena usaha.

Diantara usaha untuk menumbuhkan keberanian adalah iman yang kuat terhadap takdir.

Nabi mengutus para sahabat untuk berdakwah, beliau memilih orang2 pilihan yang berilmu seperti Abu Bakr, Ali bin Abi Thalib, Muadz bin Jabal, Abu Musa Al Asy'ari, Ibnu Mas'ud dan lain sebagainya.
Seorang da'i harus memiliki kapasitas ilmu tentang fiqih, hadits, Aqidah, Sirah dan sebagainya, agar bisa menjawab soal dan menangkis syubhat.

Penuntut ilmu hendaknya lemah lembut, ramah, suka senyum. Kalau saja kita dianjurkan untuk berlemah lembut kepada orang kafir agar mereka tertarik kepada Islam, apalagi kepada sesama muslim !

Jadikanlah orang yang menyelisihi dakwah seperti orang yang tenggelam yang ingin kamu selamatkan, harus dengan lemah lembut dan pelan-pelan.

Jika dahulu dikatakan "Bersama tinta hingga ke liang kubur" maka demikian juga dakwah, terus berlanjut hingga mati.

Jangan terlalu peduli dengan hasil. Kedudukanmu di sisi Allah tidak diukur dengan berapa jumlah orang yang mengikutimu, namun diukur seberapa kwalitas iman dan taqwa di hatimu.

Pengikut Yunus 100.000 lebih, sedangkan pengikut Nuh kurang lebih 83 orang saja. Namun demikian kedudukan Nuh lebih tinggi di sisi Allah. Walaupun semua para Nabi adalah orang mulia.

Dalam berdakwah hendaknya memperhatikan tiga hal:
1. Materi yang akan disampaikan
2. Kondisi dan keadaan orang yang akan didakwahi
3. Sarana yang akan digunakan untuk berdakwah, harus yang disyariatkan bukan yang bertentangan dengan syariat seperti musik dan nyanyian, aksi demo, Dusta dan lain sebagainya.

Sedikit coretan hadir di majlis beliau kemarin Ahad 4 Juni 2023
Ustadz Yusuf Abu Ubaidah As sidawi

Tidak ada komentar: