Syariat Perintahkan umat islam bekerja bukan bermalasan


PERINTAH AGAMA AGAR KITA BEKERJA BUKAN BERMALAS-MALASAN HANYA BERKHAYAL SAJA

وَقُلِ ٱعْمَلُوا۟ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allaah dan Rosul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allaah) Yang Mengetahui akan yang ghoib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS At-Taubah: 105).

فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Maka carilah rizki di sisi Allaah, kemudian beribadah dan bersyukurlah kepada Allah. Hanya kepada Allaah lah kamu akan dikembalikan. (QS al-Ankabut: 17)

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Apabila telah ditunaikan sholat maka bertebaranlah kamu di muka Bumi, dan carilah karunia Allaah,dan ingatlah Allaah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (QS al-Jumu’ah: 10)

أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.  (QS al-Kahfi: 79)

لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ
Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha, orang-orang yang bekerja. (QS ash- Shaffat: 61)

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُو
"Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja(pula), maka kelak kamu akan mengetahui.” (QS az-Zumar: 39)

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
“Bekerja keras lagi kepayahan.” (QS al- Ghaasyiah: 3)

Hadist untuk bekerja keras agar dapat makan:

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.
Dari Umar Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allaah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allaah akan memberikan kalian rizki sebagaimana Allaah memberi rizki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah)

Hadist bekerja keras sampai lelah:

مَنْ اَمْسَى كَالًّا مِنْ عَمَلِ يَدَيْهِ اَمْسَى مَغْفُوْرًا لَهُ
“Barang siapa yang di waktu sore merasa capek (lelah) lantaran pekerjaan kedua tangannya (mencari nafkah yang halal) maka di saat itu diampuni dosa baginya.”  (HR. Thabrani)

Hadist bekerja keras untuk menafkahi diri sendiri: 

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَإِنَّ نَبِيَّ اللهِ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidak ada seseorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari makanan hasil usaha tangannya (bekerja) sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Allah Daud AS., memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhori)

Hadist bekerja keras untuk mencari rizki:

باكروا الغدو -أي الصباح- في طلب الرزق، فإن الغدو بركة ونجاح'
“Berpagi-pagilah (subuh) dalam mencari rizki, sesungguhnya berpagi-pagi itu adalah berkat dan kejayaan.” (HR. At Thabrani)

Hadist bangun pagi untuk bekerja:

يا بنية قومي اشهدي رزق ربك، ولا تكوني من الغافلين، فإن الله يقسم أرزاق الناس ما بين طلوع الفجر إلى طلوع الشمس
“Wahai anakku, bangunlah dan hadaplah rezeki Tuhanmu. Janganlah engkau jadi dari kalangan orang yang lalai. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki manusia di antara terbit fajar hingga terbit Matahari.” (HR. Al-Baihaqi)

Hadist bekerja keras untuk menafkahi keluarga: 

مَا كَسَبَ الرَّجُلُ كَسْبًا أَطْيَبَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَمَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ عَلَى نَفْسِهِ وَأَهْلِهِ وَوَلَدِهِ وَخَادِمِهِ فَهُوَ صَدَقَةٌ
“Tidak ada yang lebih baik dari usaha seorang laki-laki kecuali dari hasil tangannya (bekerja) sendiri. Dan apa saja yang dinafkahkan oleh seorang laki-laki kepada diri, istri, anak dan pembantunya adalah shodaqoh.” (HR. Ibnu Majah)

Hadist untuk bekerja keras dan tidak bermalas-malasan:

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ
“Bersemangatlah melakukan hal yang bermanfaat untukmu dan meminta tolonglah pada Allaah, serta janganlah engkau malas.” (HR. Muslim)

Tidak ada komentar: