Arab Saudi Berkolaborasi dengan indonesia dalam pengembangan bahasa arab secara global

King Salman Global Academy for Arabic Language (KSAA) mengungkapkan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan Bahasa Arab secara global. Dr. Abdullah bin Saleh Al-Washmi, Sekretaris Jenderal KSAA, menyampaikan hal ini saat menerima kunjungan Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Dr. Abdul Aziz Ahmad, yang didampingi oleh tim dari KBRI Riyadh.

Dalam kunjungan yang merupakan undangan Sekjen KSAA tersebut pada Rabu, (26/7/2023), Dubes RI mendiskusikan peluang kerja sama antara Indonesia dan Arab Saudi untuk pengembangan pengajaran dan pengetahuan Bahasa Arab sebagai bahasa internasional. Tujuan lainnya adalah memajukan nilai-nilai Islam melalui Bahasa Arab.

KSAA memandang Indonesia sebagai negara yang sangat penting menjadi partner bagi misi mereka, mengingat Indonesia memiliki sejumlah lembaga, asosiasi ilmuwan, ulama, maupun orang-orang yang dikenal profesional dalam Bahasa Arab, dimana banyak di antaranya bahkan telah menulis buku dalam bahasa Arab dan tentang Islam, serta buku-buku ilmiah yang penting bagi dunia Arab.

Selain fokus pada pengajaran Bahasa Arab, KSAA juga berencana untuk menerjemahkan buku-buku karya ulama dan ilmuwan Indonesia tentang Islam dan karya ilmiah lainnya yang ditulis dalam Bahasa Indonesia ke dalam Bahasa Arab dan disebarluaskan di dunia Arab.

Dubes RI menyambut baik inisiatif KSAA untuk bekerja sama, terutama dalam program penerjemahan karya ulama dan ilmuwan Indonesia. Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya riset bersama dalam Bahasa Arab, termasuk studi tentang kata-kata serapan Bahasa Arab di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah, budaya, dan Islam.

“Bahasa Arab adalah salah satu bahasa asing utama yang banyak kata-katanya diserap oleh Bahasa Indonesia. Oleh karena itu, kami mendukung ide tentang kerja sama dalam penelitian tentang Bahasa Arab, seperti penelitian asal muasal kata dalam Bahasa Arab, kata-kata serapan Bahasa Arab di Indonesia yang berkaitan dengan sejarah, budaya, dan agama Islam,” ujar Dubes Aziz.

“Indonesia juga memiliki tradisi panjang dalam kecakapan dan kontribusi terhadap Bahasa Arab. Banyak ulama dan ilmuwan kita yang telah berkontribusi dalam literatur Arab,” lanjut Dubes Aziz.

Menanggapi rencana KSAA untuk membuat standardisasi ujian bahasa Arab untuk penutur asing, Duta Besar RI menyambut baik program standardisasi ujian ini, dan mengusulkan perlunya kerja sama dengan pihak-pihak terkait di Indonesia untuk lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia.

Dubes RI juga meminta KSAA menyediakan program pelatihan untuk orang-orang Indonesia, khususnya profesional, para diplomat Indonesia di Arab Saudi yang ingin memperdalam kemampuan Bahasa Arabnya, termasuk juga membantu program pengajaran Bahasa Arab untuk 3 Sekolah Indonesia di Riyadh, Jeddah, dan Makkah.

Menanggapi usulan Duta Besar RI, Sekjen KSAA menyambut baik dan menyatakan bahwa KSAA memiliki program-program yang dapat mendukung usulan tersebut. “Kami memiliki program khusus untuk pengajaran bahasa Arab bagi kelompok profesional tertentu seperti dokter, akuntan, diplomat, dan dapat disesuaikan pula untuk pengajaran Bahasa Arab bagi siswa sekolah. Metode pengajaran juga sudah disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi terkini yang interaktif dan dapat dilakukan secara remote,” kata Sekjen KSAA.

Lebih jauh lagi, KSAA telah merencanakan pembukaan pelatihan Bahasa Arab di Indonesia yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Jakarta. Untuk itu, pihaknya menyatakan mengharapkan informasi dari KBRI Riyadh mengenai lembaga-lembaga Indonesia yang potensial untuk kerja sama, guna meningkatkan jumlah peserta lebih banyak lagi daripada program sebelumnya.

Dubes RI menyampaikan saat ini Indonesia juga tengah melakukan program sejenis di Arab Saudi melalui pembukaan program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang akan dimulai dalam waktu dekat di Majmaah University, Provinsi Riyadh dan nantinya akan dikembangkan ke beberapa universitas di Arab Saudi. Menurut Dubes RI Program BIPA ini juga dapat bekerja sama dengan KSAA guna mengembangkan metode yang lebih baik untuk pengajaran Bahasa Indonesia kepada penutur Bahasa Arab.

Dubes RI berjanji akan memberikan informasi mengenai lembaga-lembaga Indonesia yang potensial untuk bekerja sama dengan KSAA. “Ini termasuk informasi tentang buku-buku yang potensial untuk diterjemahkan di Arab Saudi melalui KSAA,” kata Duta Besar RI.

KSAA siap jika ada peluang kerja sama lain yang diusulkan dari Indonesia. Sebagai informasi tambahan, KSAA juga telah meluncurkan program beasiswa non-gelar untuk pengajaran Bahasa Arab yang mencakup beberapa negara, termasuk Indonesia, yang akan dimulai pada bulan November dan berlangsung selama 8 bulan. Keseluruhan biaya, mulai dari tiket, biaya hidup, hingga akomodasi, akan ditanggung oleh KSAA.

KSAA yang berada di bawah Kementerian Kebudayaan Arab Saudi, didirikan pada tahun 2020. Tujuan utama dari lembaga ini adalah mempromosikan dan meningkatkan nilai linguistik Bahasa Arab di dunia.

Sumber : KBRI Riyadh | Indonesian Islamic News Forum (IINF)

Tidak ada komentar: