Syaikh Muqbil Al-Wadi: Menanamkan Aqidah Melalui Hadits


Di antara resep sukses dakwah Syaikh Al-Muhaddits Muqbil Al-Wadi' Rahimahullah dalam menyebarkan dakwah salaf di bumi Yaman; 

beliau melakukan pendekatan kepada orang-orang Syi'4h di sana dengan menjelaskan hadits-hadits tentang keutamaan Ahlul Bait (keluarga) Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wa Sallam. 
Sebab, selama ini mereka mengira bahwa Ahlus Sunnah membenci Ahlul Bait.

Ketika mereka telah menyadari bahwa Ahlus Sunnah juga mencintai Ahlul Bait, Syaikh Muqbil pun mulai memasukkan poin-poin lain dari aqidah Ahlus Sunnah dengan penuh kearifan dan lemah lembut.

Salah satu nasehat emas Syaikh Muqbil rahimahullah, 
"Jika orang-orang sufi menuduh kalian (wahai Ahlus Sunnah) telah mengharamkan dzikir, maka sampaikanlah khutbah yang berisi keutamaan-keutamaan dzikir kepada Allah. Dan, jika orang-orang sufi mengklaim bahwa kalian mengharamkan membaca shalawat kepada Nabi, maka aku nasehatkan agar kalian menyampaikan khutbah yang berisi hadits-hadits shahih yang menjelaskan keutamaan membaca shalawat kepada Rasul."

Lihatlah hasil dari sikap bijak dalam berdakwah Syaikh Muqbil tersebut.

Syaikh Abdul 'Aziz ar-Rays hafizhahullah dalam suatu ceramahnya menceritakan bahwa dua per tiga penduduk Yaman mengenal sunnah berkat hidayah dari Allah, kemudian berkat dakwah Syaikh Muqbil yang bijaksana. 
Allahu Akbar!

Kita pun bisa mengikuti metode tersebut dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat. 
Misal, memasukkan aqidah lewat pengajian kitab Arbain Nawawiyyah dan kitab Riyadhush Shalihin, yang kebetulan kedua-duanya merupakan karya salah satu ulama tersohor Madzhab Syafi'i, yaitu Imâm an-Nawawi Rahimahullah. 

Di saat kita menjelaskan hadits tentang ikhlas kita bisa memasukkan ajaran tauhid. Ketika men-Syarah Hadits tentang iman dengan para rasul kita bisa memasukkan kewajiban mengikuti tuntunan Rasulullah Shallallahu 'Alayhi Wasallam, dalam segala lini kehidupan, demikian seterusnya.

Ustadz Abdullah Zaen MA, buku 14 Contoh Praktek Hikmah Dalam Berdakwah hal. 54-54 Cet. 2 Shafar 1429 H.

Andre Satya Winatra
Batam, 08 Januari 2024

Tidak ada komentar: