kaedah ushul fiqh: gugur karena kebodohan, dipaksa, dan lupa

Dosa dan ganti rugi itu gugur karena kebodohan, dipaksa, dan lupa. Kecuali bila berhubungan dengan hak orang lain, maka tidak berdosa tapi wajib ganti rugi.

Bodoh adalah ketidak tahuan hukum suatu perkara atau keadaannya.
Dipaksa artinya dihilangkan pilihannya dengan ancaman dibunuh atau disakiti.

Contoh: Orang yang lupa sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum. Maka puasanya sah tidak perlu mengganti.
Bodoh adalah ketidak tahuan hukum

Orang yang dipaksa makan saat puasa lalu ia makan, maka puasanya sah dan tidak perlu mengqodlo.

Orang yang tidak tahu haramnya berburu saat berihram, lalu ia berburu. Maka sah ihramnya dan tidak wajib membayar dam.

Orang yang makan karena mengira waktu malam masih ada, lalu setelah itu nyata kepadanya bahwa waktu shubuh telah masuk, maka puasanya sah.

Namun bila berhubungan dengan hak manusia, maka wajib ganti rugi walaupun tidak berdosa.
Contohnya orang yang menyembelih kambing orang lain karena menyangka itu kambing miliknya, ia wajib menggantinya.

Orang yang memecahkan gelas orang lain karena ketidak sengajaan, maka ia wajib menggantinya.
Dan seterusnya.

Sumber copas: TG Al Fawaid.
-----------------------------------------------------------
dibutuhkan donasi perpanjang sewa domain, salurkan ke 3343-01-023572-53-6 (rek bri simpedes) atas nama Atri Yuanda. konfirmasi via whatsapp ke 085362377198. donasi masuk masih nol.;semoga menjadi amal jariah

1 orang mendapat hidayah lebih baik dari pada dunia dan isinya, yuk share
kunjungan anda kembali = penyemangat untuk update artikel selalu

kaedah ushul fiqh: gugur karena kebodohan, dipaksa, dan lupa
-->