akhi muslim, anda Lelah diuji ? Jangan......

🌍🌺  πŸŒΈπŸŒΏ

Bismillaah.

Lelah karena dari hari ke hari, semakin ada berita serangan terhadap Islam, agama sejak awal jaman dengan 124.000 nabi dan rosul? Dan terhadap Muslimiin?

Tenang.

Tak pernah ada nabi dan rosul dan umatnya yang tidak dihinai, tidak dikejar-kejar, tidak dizalimi oleh kaum Kafiruun, Munafiquun, Fasiquun.

🌺 Dan sungguh, Kami telah menurunkan kepada kamu ayat-ayat yang memberi penjelasan, dan contoh-contoh dari orang-orang yang terdahulu sebelum kamu, dan sebagai pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. An-Nuur: Ayat 34)

Mereka selalu datang.
Bahkan bergelombang.
Laksana gelombang pasang.
Menantang.
akhi muslim, anda Lelah diuji

Dan selalu kalah, pada akhirnya.
Dan selalu ada kaum beriman, yang berguguran imannya.

Juga selalu ada kaum beriman yang semakin beriman.
Dan sungguh, ini lah kaum yang pilihan.

Yang pilihan tentu saja sedikit, mahal, telah ditempa.

Laksana berlian πŸ’Ž yang berasal dari arang yang telah ditempa Allah.

🌸 "Tiada datang kepadamu jaman kecuali yang sesudahnya lebih buruk daripada yang sebelumnya, sampai kamu berjumpa dengan Allah." (HR. Ahmad)

🌸 "Allah menguji hambaNya dengan menimpakan musibah, sebagaimana seseorang menguji kemurnian emas dengan menggunakan api (pembakaran). Ada yang keluar emas murni darinya. Itulah yang dilindungi Allah dari keragu-raguan. Ada juga yang kurang dari itu (mutunya), dan itulah yang selalu ragu. Ada yang keluar seperti emas hitam, dan itulah yang memang ditimpa fitnah (musibah)." (HR. Ath-Thabrani)

🌸 "Barangsiapa diuji lalu bersabar, diberi lalu bersyukur, dizalimi lalu memaafkan, dan menzalimi lalu beristighfar, maka bagi mereka lah keselamatan, dan mereka tergolongkan orang-orang yang memperoleh hidayah." (HR. Al-Baihaqi)

Dan sungguh, betapa indah hadiah tambahannya:

🌸 "Tiada seorang mu'min yang ditimpa rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan), sampai pun hanya duri yang menusuk (tubuhnya), kecuali dengan itu Allah menghapuskan dosa-dosanya." (HR. Bukhori)

Dan masih ada banyak Hadits serupa ini! Jaminan dariNya! Tuanmu, Tuhanmu, Tuhan Alam Semesta!

Dunia memang hina, sementara, dan bukan tujuan utama, saudara.

Maka pastikanlah kita di barisan peneladan para Salafush Sholih, kaum Pendahulu Yang Salih. Merekalah, 124.000 nabi dan rosul, khususnya Rosuululloh Muhammad shollollohu 'alaihi wasallam, dan 3 generasi pertama murid beliau, yakni generasi Shahabah Nabi - rodhiyollohu 'anhum - lalu generasi Tabi'iin lalu generasi Tabi'ut Tabi'iin.

Merekalah yang jelas benar. Jelas berbahagia! Jelas selamat!

Di antara banyak jaminan akan kebenaran dan keselamatan manhaj (pemahaman, cara hidup) mereka, adalah:

🌸 "Sebaik-baik umatku adalah pada masaku ini (yakni kaum Shahabah), kemudian yang sesudahnya (yakni kaum Tabi'iin) dan yang sesudahnya (yakni kaum Tabi'ut Tabi'iin). Kemudian sesudah mereka, muncul lah suatu kaum yang memberikan kesaksian tetapi tidak dapat dipercayai, kesaksiannya. Mereka berkhianat, dan tidak dapat diamanati. Mereka bernazar (berjanji) tetapi tidak menepatinya, dan mereka tampak gemuk-gemuk." (HR. Tirmidzi)

Di antara banyak petunjuk cara meneladani mereka:

🌸 Pada suatu hari Rosuululloh - shollollohu 'alaihi wasallam - bersabda kepada para sahabatnya:

“Kamu kini jelas akan petunjuk dari Robbmu (Tuhan Pengaturmu), yakni:

Menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar (amar ma'ruf nahi munkar), dan berjihaad (berjuang sungguh-sungguh) di jalan Allah.

Kemudian muncul lah di kalangan kamu dua hal yang memabukkan, yakni:

Kemewahan hidup (lupa diri), dan kebodohan.

Kamu beralih kesitu dan berjangkit lah di kalangan kamu kecintaaan terhadap keduniaan (yang berlebihan)

Kalau terjadi yang demikian kamu tidak akan lagi beramar ma’ruf, nahi mungkar dan berjihad di jalan Allah.

Di kala itu yang menegakkan Al Qur’an dan Sunnah, baik dengan sembunyi maupun dengan terang-terangan, tergolongkan orang-orang terdahulu dan yang pertama-tama masuk Islam."

(HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Dan Allah juga ternyata memerintahkan kita untuk tetap bersenang-senang, menikmati Dunia ciptaanNya.

Yang dengan menikmatinya - asalkan dengan cara yang halal, benar - mensyukurinya, maka kita juga sebenarnya sekaligus sedang mengagungkanNya, Sang Maha Pencipta:

🌺 Dan carilah (pahala) negeri Akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu (mencari segala potensi kenikmatan) di Dunia, dan berbuat baiklah (kepada yang ain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di Bumi.

Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.

(QS. Al-Qasas: Ayat 77)

Jadi senyumlah!
Allah mencintaimu!
Allah telah memilihmu!
Allah menentukanmu menjadi manusia!

Allah bukan memilihmu untuk menjadi kucing, tanaman, sepotong batu, tanah, gunung, udara, Bumi, Meteor, Galaksi, Langit, dsb., yang ini semua adalah juga makhlukNya!

Tidak!

Allah memilihmu menjadi manusia!

Memberimu hidayah, yang ini karena usahamu, pilihanmu, untuk (tetap) menjadi Muslim!

Sungguh, lebih-lebih lagi, Allah sungguh telah menentukan kenikmatan Islam, untukmu!

Untukmu!

Dengannya, kau berpeluang masuk Surga yang tak akan pernah terbayangkan, tak akan diketahui bagaimana kenikmatannya, sampai kau memasukinya!

🌸 Rosuululloh - shollollohu 'alaihi wasallam - bersabda bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'aala berfirman:

“Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang sholih apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengarkan oleh telinga, dan belum pernah terlintas dalam benak manusia"

Oleh karena itu bacalah kalau kamu suka ayat:

'Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. As-Sajdah ayat 17).”

(Hadits Mutafaq’alaihi)

🌺 Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Beliau sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Beliau telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Beliau akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Beliau ridhoi.

Dan Beliau benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.

Mereka (tetap) menyembah-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu pun.

Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

(QS. An-Nuur: Ayat 55)

Barakollohu fii kum!

Ayo senyum!

Lihat Dunia ini dan Akhirah nanti, adalah untukmu, wahai yang beriman!

Wahai yang beriman!
Yang mencintai Allah!
Dan dicintai Allah!
Alhamdulillaah!

Abu Taqi Mayestino
Powered by Blogger.