Berhias bagi Laki-laki dan Mengenakan Pakaian Paling bagus

Sebagaimana hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma, beliau berkata,

أَخَذَ عُمَرُ جُبَّةً مِنْ إِسْتَبْرَقٍ تُبَاعُ فِي السُّوقِ، فَأَخَذَهَا، فَأَتَى بِهَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، ابْتَعْ هَذِهِ تَجَمَّلْ بِهَا لِلْعِيدِ وَالوُفُودِ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ
“Umar mengambil jubah dari sutera yang dijual di pasar, beliau mengambilnya lalu mendatangi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam seraya berkata: Wahai Rasulullah belilah pakaian ini agar engkau berhias dengannya untuk hari raya dan menerima utusan, maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepadanya: Sesungguhnya pakaian sutera ini hanyalah pakaian orang (kafir) yang tidak memiliki bagian (di akhirat).” [HR. Al-Bukhari]
pria berhias sebelum sholat eid

Al-‘Allamah As-Sindi rahimahullah berkata,

مِنْهُ علم أَن التجمل يَوْم الْعِيد كَانَ عَادَة متقررة بَينهم وَلم ينكرها النَّبِي صلى الله تَعَالَى عَلَيْهِ وَسلم فَعلم بَقَاؤُهَا
“Dari hadits ini diketahui bahwa berhias di hari raya adalah kebiasaan yang sudah tetap di antara para sahabat dan tidak diingkari oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, maka diketahui tetapnya kebiasaan ini.” [Haasyiah As-Sindi ‘ala Sunan An-Nasaai, 3/181]

✍ Ustadz Sofyan Cholid Ruray Hafizhohullohu ta'ala.
Powered by Blogger.