bagaimana cara saya menikah dan meninggalkan masa lalu?

1. Saya seorang pemuda yang mana Alhamdulillah Allah ta'ala memberiku hidayah untuk meninggalkan masa lalu sebuah perbuatan dosa besar (fahisyah), namun yang menjadi masalah sekarang adalah terkadang saya teringat dan terus terdorong kembali untuk terjatuh dalam dosa tersebut. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk melawan (ketika bayang-bayang untuk berbuat dosa tersebut muncul) dengan berwudhu, dzikir, puasa, menuntut ilmu dan istiqhfar, tetapi kadang saya terbuai angan untuk kembali keperbuatan tersebut. Dan demi Allah saya membenci perbuatan tersebut

2. Saya ingin menikah tetapi saya terhambat masalah, diantaranya biaya (sebagaimana diketahui di negeri kami adat kebiasaan masyarakat adalah biaya pesta pernikahan sangat tinggi), faktor orang tua (saya sangat kasihan terhadap mereka, mereka sangat butuh pemberian nafkah dari saya mengingat saya adalah satu-satunya anaknya yang diharapkan membantu keuangan mereka, sedangkan penghasilan saya sekarang pas-pasan), faktor dosa tidak normal (keji) saya (sering terbayang dan terhantui dengan kekejian perbuatan dosa yang pernah saya lakukan sehingga saya merasa bahwa saya manusia tidak normal lagi, sangat nista, jijik dan kotor).

faktor gengsi (kadang saya berfikir jika saya menikah berarti saya harus terikat dengan orang lain yang menghalangi kebebasan berekspresi dari saya, saya terkadang berpikir untuk menikah dengan mewah dan meriah agar sanak kerabatku kagum terhadapku dan keluargaku)

Saya berharap anda membantu memberikan jalan keluar dari masalah saya! Sekali lagi terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian anda terhadap kami, semoga anda tetap bersabar untuk memberi manfaat kepada kaum muslimin di indonesia.

Jawaban

Mudah-mudahan Allah ta'ala memberikan taufik kepada anda terhadap ketaatan, serta menjauhkan anda dari maksiat sehingga dapat meninggalkan masa lalu. Allah ta'ala adalah Dzat yang maha memaafkan lagi maha pemurah, dia akan menerima taubah dari para hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, nasihatku adalah kosongkan pikiran dan angan-angan untuk kembali kepada perbuatan maksiat.

Rasulullah shallahu alahi wassalam bersabda: “wahai sekalian pemuda, siapa saja diantara kalian sudah mampu boah(menikah dan biayanya), maka hendaklah dia menikah. Barang siapa tidak mampu, maka wajib baginya untuk berpuasa, dikarenakan puasa akan menjadi perisai baginya.” (HR. Al-Bukhari)

bagaimana cara saya menikah dan meninggalkan masa lalu

Aku berharap agar Allah ta'ala menolong anda atas keadaan anda sekarang ini. Dan bersabarlah, karena Allah ta'ala bersama dengan orang-orang yang sabar, dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dan rizqi ada ditangan Allah ta'ala. Aku berharap dan berdo’a kepada Allah ta'ala agar memberimu rizqi, memberi taufik dan merealisasikan angan-anganmu. Sekiranya kondisi materimu tidak cukup untuk mengadakan pesta dan walimah, maka ingatlah sabda Rasullullah shallahu alahi wassalam yang maknanya adalah sebaik-baik wanita, atau wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling ringan maharnya. 

Maka setiap pernikahan yang dibangun di atas kemudahan, sekalipun hanya dengan sekerat roti akan mendatangkan keberkahan dan taufik dari Allah ta'ala insyallah. Kemudian ingatlah bahwa segala amal yang bukan karena Allah pasti akan sirna, dan menuai dosa. Semoga Allah ta'ala memudahkan anda untuk menggabungkan antara dua kebaikan sekaligus; membantu orang tua dan menikah. wallahu a’lam

Sumber majalah qiblati edisi 6 tahun IV

Tidak ada komentar: