Pahami Hukum Jual Beli Online Dalam Islam

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi semakin maju dari masa ke masa. Jika pada zaman dahulu manusia harus mendatangi manusia lain untuk menyampaikan suatu pesan, kini proses komunikasi semakin mudah dengan adanya ponsel. Bahkan bukan sekadar untuk berkomunikasi, ponsel dengan dukungan internet yang memadai dapat digunakan untuk berbisnis. Salah satunya dengan jual beli online. Tanpa perlu membuka toko konvensional atau bertemu dengan pembeli secara langsung, Anda bisa melakukan jual beli dengan mudah.

➡ Namun, bagaimanakah hukum jual beli online dalam Islam?

Beberapa hukum tentang jual beli online terdapat dalam ulasan berikut ini.

➡ Syarh al-Yaqut an-Nafis karya Muhammad bin Ahmad al-Syatiri:

وَالْعِبْرَةُ فِي الْعُقُودِ لِمَعَانِيهَا لَا لِصُوَرِ الْأَلْفَاظِ وَعَنِ الْبَيْعِ وَ الشِّرَاءِ بِوَاسِطَةِ التِّلِيفُونِ وَالتَّلَكْسِ وَالْبَرْقِيَاتِ كُلُّ هذِهِ الْوَسَائِلِ وَأَمْثَالِهَا مُعْتَمَدَةُ الْيَوْمِ وَعَلَيْهَا الْعَمَلُ
Yang diperhitungkan dalam akad-akad adalah subtansinya, bukan bentuk lafalnya. Dan jual beli via telpon, teleks dan telegram dan semisalnya telah menjadi alternatif utama dan dipraktikkan.

Pahami Hukum Jual Beli Online Dalam Islam

➡ Nihayah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj karya Syihabuddin Ar-Ramli:

(وَالْأَظْهَرُ أَنَّهُ لَا يَصِحُّ) فِي غَيْرِ نَحْوِ الْفُقَّاعِ كَمَا مَرَّ (بَيْعُ الْغَائِبِ) وَهُوَ مَا لَمْ يَرَهُ الْمُتَعَاقِدَانِ أَوْ أَحَدُهُمَا ثَمَنًا أَوْ مُثَمَّنًا وَلَوْ كَانَ حَاضِرًا فِي مَجْلِسِ الْبَيْعِ وَبَالِغًا فِي وَصْفِهِ أَوْ سَمْعِهِ بِطَرِيقِ التَّوَاتُرِ كَمَا يَأْتِي أَوْ رَآهُ فِي ضَوْءٍ إنْ سَتَرَ الضَّوْءُ لَوْنَهُ كَوَرَقٍ أَبْيَضَ فِيمَا يَظْهَرُ
(Dan menurut qaul al-Azhhar, sungguh tidak sah) selain dalam masalah fuqa’-sari anggur yang dijual dalam kemasan rapat/tidak terlihat- (jual beli barang ghaib), yakni barang yang tidak terlihat oleh dua orang yang bertransaksi, atau salah satunya. Baik barang tersebut berstatus sebagai alat pembayar maupun sebagai barang yang dibayari. Meskipun barang tersebut ada dalam majlis akad dan telah disebutkan kriterianya secara detail atau sudah terkenal secara luas -mutawatir-, seperti keterangan yang akan datang. Atau terlihat di bawah cahaya, jika cahaya tersebut menutupi warna aslinya, seperti kertas putih. Demikian menurut kajian yang kuat.

➡Dalam pandangan madzhab Syafi’i (sebagaimana referensi kedua), barang yang diperjual belikan disyaratkan dapat dilihat secara langsung oleh kedua belah pihak. Hal ini untuk menghindari tindakan penipuan yang mungkin dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagaimana hadits di bawah ini.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْحَصَاةِ وَعَنْ بَيْعِ الْغَرَرِ
Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, “Rasulullah telah mencegah (kita) dari (melakukan) jual beli (dengan cara lemparan batu kecil) dan jual beli barang secara gharar.” (Shahih: Muktashar Muslim no: 939, Irwa’ul Ghalil no: 1294, Muslim III: 1153 no: 1513, Tirmidzi II: 349. no: 1248, ‘Aunul Ma’bud IX: 230 no: 3360, Ibnu Majah II: 739 no: 2194 dan Nasa’i VII: 262).

➡ Berdasarkan hadits di atas, transaksi jual beli yang mengandung unsur gharar merupakan hal yang terlarang dalam Islam. Gharar yakni keraguan, tipuan atau tindakan lain yang dapat merugikan orang lain. Dalam jual beli online tak jarang ditemukan modus penipuan dan hal tersebut lebih banyak ditemukan pada penjual.

Entah itu berupa barang fiktif, barang rusak atau tidak sesuai dengan iklan dan lain sebagainya. Hal ini jelas merugikan pembeli dari segi finansial dan psikologi. Pembeli yang merasa kecewa akibat penipuan jual beli online akan berpengaruh terhadap kondisi psikologinya.

➡ Pahamilah hukum perjanjian jual beli dalam Islam dengan benar. Jangan hanya karena ingin menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya atau tergiur dengan harga murah, lantas Anda percaya begitu saja dengan barang yang dijual secara online. Sudah seharusnya Anda mengecek terlebih dahulu kebenaran toko online dan produk yang ingin Anda beli tersebut.
Disclaimer:
jika Terdapat kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki.

No comments: