MUI Sumbar: Bukan New Normal Tetapi Islamic Life Style

Bukan New Normal Tetapi Islamic Life Style

Ketum MUI Sumbar Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa menyerukan kepada Umat Islam agar menerapkan gaya hidup Islami atau dikenal dengan Islamic Life Style.

Buya Gusrizal Gazahar Dt Palimo Basa mengatakan Perbedaan yang mendasar antara New Normal dengan Gaya Hidup Islami adalah dari cara pandang terhadap penyebab bencana.

Menurut Buya, Perspektif Islam dalam melihat bencana, tidak terkurung dalam konsep causality semata tapi juga ada aspek "kemaksiatan". Karena itu, kita akan melihat new normal akan menyuguhkan gaya hidup baru yang berorientasi kepada kesehatan fisik dan pemulihan ekonomi tanpa peduli dengan aspek-aspek lain yang juga menjadi penyebab terjadinya bencana dalam perspektif Islam.

Karena itu, MUI kab/kota harus berada di barisan terdepan dengan tetap menghimbau umat untuk istiqamah di jalan Allah swt dengan menjalani kehidupan sesuai aturan syariat dalam seluruh sisi kehidupan.

baca juga MUI Sumbar Keluarkan 11 Panduan Islamic Life Style gantikan new normal

"Kita juga harus segera merumuskan panduan untuk umat dengan segera agar umat tidak kehilangan arah," tegas Buya.

Buya Gusrizal mengingatkan kepada MUI kabupaten/kota Sudah saatnya MUI Sumbar membicarakan secara konprehensif tentang panduan untuk umat Pasca PSBB yang mereka sebut dengan New Normal tersebut.

"Ini harus segera kita rumuskan supaya jangan sampai kebijakan itu berjalan sendirinya dan mendikte berbagai sektor kehidupan umat. Bahkan bisa masuk ke ranah ibadah," tutur Buya.

Lanjut Buya, Dalam kondisi kekosongan panduan dalam banyak bidang kehidupan yang harus dijalani masyarakat terkait New Normal tersebut, saatnya MUI memberikan arahan kepada umat dalam berbagai aspek kehidupan sebagai solusi recovery pasca PSBB.

"Kita sudah punya pintu masuk untuk itu yaitu Local Wisdom yang pernah didengungkan. Kita harus memperluas recovery sampai ke tingkat amar maruf nahy mungkar karena bencana ini dari perspektif Islam juga diundang oleh kemaksiatan. Mari para buya, kita serius memikirkan ini karena ini amanah dan momentum. Kita harus segerak menjelaskan kepada umat "Gaya Hidup Islami atau Islamic Life Style" yang komprehensif dan holystic," tutur Buya Gusrizal.

Buya Gusrizal mengajak umat iIslam agar menjaga wudhu, rajin cuci tangan dan gosok gigi, jaga kebersihan, tutup mulut bila bersin dan lain-lain dalam aturan kesehatan dan perlu diberitahukan bahwa itu bukanlah aturan yang baru walaupun selama ini jarang dipraktekkan. itu sudah lama dianjurkan Islam.

Buya menambahkan Di samping aspek lahiriyyah begitu, juga harus ada komitmen meninggalkan kemaksiatan dalam berbagai bidang termasuk di bidang ekonomi. Ketidak adilan dalam berbagai kehidupan juga harus dihentikan karena bencana itu tidak hanya sisebabkan oleh virus tapi juga oleh perbuatan durhaka kepada Allah swt. Karena itu, recovery pasca PSBB tidak boleh mengembalikan orang kepada kehidupan tak mempedulikan aturan Allah swt.

Sekedar diketahui Tahapan baru yang disebutnya sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru hanya meliputi sebagian dari aspek kehidupan. Masyarakat nantinya dapat kembali beraktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. (RI)

source muisumbar.or.id
Baca Juga
    ______________________________
    support channel youtube Mufid Jiddan dengan klik subcribe dibawah ini, syukon sobat
    ______________________________
    Info Penting:
    yuk share artikel dakwahpost.com, jika ada kesalahan atau saran membangun, japri via whatsapp ke 0895629036221. syukron atas perhatiannya

    No comments: