GAJAH MADA SEORANG MUSLIM BENARKAH?

Sosok Gajah Mada sempat menjadi viral di Medsos, pasalnya Gajah Mada diklaim oleh sebagian pihak seorang tokoh beragama Islam yang berkripah dan berjuang pada kerajaan Majapahit.

Di antara alasan yang dipakai untuk mengklaim keislaman Gajah Mada adalah nama Gajah Mada diplesetkan menjadi “Gaj Ahmada”. Padahal pengejaan demikian tidak pernah dikenal oleh lidah orang Jawa, bahkan dalam lidah orang Jawa, huruf “D” bisa berubah dan dieja menjadi “L”, contoh salah seorang keponakan Raden Rahmat alias Sunan Ampel yang datang ke Jawa adalah Ali Murtada dipanggil orang Jawa “Ali Murtala”.
majapahit

Menurut analisa Muhammad Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” hanyalah suatu gelar, sedangkan nama kecilnya tidak dikenal. Dan Gajah Mada berarti Gajah yang galak-tangkas. Maka Gajah Mada adalah sosok hebat seperti seekor gajah yang galak dan tangkas. Dia dilahirkan di Bali, yang menurut mitos dan dongeng rakyat yang beredar dia lahir dari batok kelapa.

Sudah menjadi kebiasaan pada masa itu, kaum bangsawan memberi gelar atau nama untuk dirinya dengan nama-nama hewan; seperti Lembu Sura, Adipati Surabaya, Lembu Peteng, Adipati Madura, Kebo Kenongo, Adipati Pengging dan bahkan Radja Majapahit era Gajah Mada pun bernama Ayam Wuruk (ayam terpelajar).

Tidak dipungkiri, Gajah Mada adalah sosok historis bukan legendaris karena Rakawi Mpu Pranpanca dalam bukunya “Nagara Krtagama”, menuturkan sosok Gajah Mada adalah Maha Patih Majapahit, perdana menteri pemberani, bijaksana, cerdik, dan setia bakti pada raja dan negara.

Berdasarkan keterangan Mpu Prapanca dalam bukunya “Nagara Krtagama” bahwa agama yang dianut kerajaan Majapahit adalah Budha, maka bisa dipastikan bahwa agama yang dianut oleh Gajah Mada adalah Budha, sehingga Muhammad Yamin dalam bukunya “Gajah Mada” mengamini keterangan tersebut.

Oleh sebab itu, karena Gajah Mada menganggap dirinya adalah jelmaan Narayana, maka di akhir hayatnya menumpukan tenaga dan kekuatan menjalankan tapa dan latihan moksa di Madakaripura hingga meninggal meskipun cara meninggalnya terdapat banyak versi namun riwayat yang banyak diyakini bahwa dia meninggal dengan cara menenggelamkan diri di lautan karena belum sempurna memberi bakti kepada negara Majapahit.

Bukti lain bahwa Gajah Mada bukan beragama Islam tetapi Budha adalah ulasan yang disampaikan oleh K.H. SAIFUDDIN ZUHRI dalam bukunya “Kebangkitan Islam dan Perkembangannya di Indonesia” bahwa pada tahun 1339 M, angkatan perang Majapahit dibawah pimpinan Gajah Mada menyerang Kerajaan Pase. Akan tetapi serangan itu mengalami kegagalan dan dapat dipatahkan oleh Sultan Malik Zahir.

Sekiranya serangan Majapahit itu berhasil maka Sultan Malik Zahir gugur atau menjadi tawanan pasukan Majapahit, namun kenyataannya ketika Ibnu Bathuthah bertandang ke Pase menemukan Sultan Malik Zahir masih segar bugar dan Kesultanan Pase masih tegak kuat.

Demikian itu menjadi bukti juga bahwa Gajah Mada tidak beragama Islam, karena kalau dia seorang Muslim tidak mungkin memerangi saudaranya sendiri, yaitu Kesultanan Pase, justru sebaliknya Ibnu Bathuthah menuturkan bahwa Sultan Pase, Malik Zahir senantiasa berjihad untuk memerangi kaum kuffar dan selalu menang. Termasuk yang diperangi adalah kerajaan Majapahit.

Dengan demikian, kita sampai ujung kesimpulan bahwa Gajah Mada beragama Budha tidak seperti yang diklaim sebagian pihak bahwa dia beragama Islam. Wallahu ‘alam.

Sumber : Fanspage Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin, Lc
Powered by Blogger.