IBX5A47BA52847EF Lihatlah ketawadhuan Umar Bin Khattab ketika serah terima kunci kota Yerusalem

Lihatlah ketawadhuan Umar Bin Khattab ketika serah terima kunci kota Yerusalem

SUATU HARI DI BAWAH LANGIT YERUSSALEM

📜 Setelah perdebatan sengit antara Artavon dan Patriarch Sophronius, akhirnya disepakati bahwa Yerusalem akan diserahkan kepada kaum muslimin dengan beberapa syarat. Yaitu, penyerahan kota tidak dilakukan dengan jalan peperangan, pasukan Byzantium dibiarkan untuk menuju Mesir, dan Khalifah Umar diminta datang ke Yerusalem untuk serah-terima “kunci kota”. Abu Ubaidah yang menerima utusan gereja itu menyanggupi permintaan yang ditawarkan.

Setelah kabar gembira ini disampaikan kepada Umar, beliau pun segera menuju Yerusalem. Mendengar kedatangan Umar, masyarakat kota menyiapkan arakan untuk menyambut Umar yang bagi mereka cukup disanjung sikap adilnya. Tapi, arakan ini mendadak hilang. Pasalnya, orang-orang di Yerusalem hanya melihat dua orang dan seekor unta, salah satunya naik di atas punggung unta. Sungguh, tidak tampak seperti kedatangan penguasa di zaman sekarang ini yang penuh dengan penyambutan mewah.
serah terima kunci kota Yerusalem

Penduduk kota menyangka Umarlah yang naik di punggung unta. Justru sebaliknya, yang sedang di punggung unta adalah pengawal pribadi Umar, Abu Ubaidah bin Jarrah. Ternyata mereka bergantian naik unta selama dalam perjalanan. Kejadian ini menambah kagum penduduk Yerusalem terhadap pemimpin barunya. Apalagi, Umar hanya memakai pakaian lusuh, bekal makanan seadanya, dan satu tikar untuk sholat.

Sesampainya di kota, Umar disambut Uskup Patriarch. Seluruh warga Al-Quds dan pembesar-pembesar di Jerusalem memberikan penghormatan kepada Umar sambil menundukkan kepala.

✅ Kemudian Umar berkata, "Angkat kepala kalian ... sesungguhnya kalian tidak perlu menundukkan kepala seperti ini kecuali kepada Allah".

Kemudian Umar diajak ke beberapa tempat suci di kota. Uskup membukakan Gereja Makam Suci kala waktu dhuhur tiba. Maksudnya, Umar dipersilakan shalat dulu di gereja itu. Namun, hal tersebut ditolak Umar.

✅ “Jika saya melaksanakan shalat di gereja ini, saya khawatir para pengikut saya yang tidak mengerti dan orang-orang yang datang ke sini dimasa yang akan datang akan mengambil alih bangunan ini kemudian mengubahnya menjadi masjid, hanya karena saya pernah shalat di dalamnya.

✅ Mereka akan menghancurkan tempat ibadah kalian.

✅ Untuk menghindari kesulitan ini dan supaya Gereja kalian tetap sebagaimana adanya, maka saya shalat diluar.”

✅ Ucap Umar yang tetap menghormati pemeluk agama lain dalam wilayah perlindungan Islam.

Ketika Umar meminta diantar ke bekas Kuil Sulaiman, dia mendapati reruntuhan itu tidak terawat. Ada banyak kotoran dan timbunan sampah. Umar dan shahabat lainnya membersihkan tempat itu dan menjadikannya tempat shalat. Ke depannya, di tempat ini berdiri sebuah masjid atas perintah Umar. Masjid itu dinamai dengan Masjid Umar.

✅ Sungguh betapa mulainya sikap toleransi yang diajarkan Umar bin Khattab radhiallahu anhu.
✍ Ditulis oleh Ustadz Aan Chandra Thalib حفظه الله تعالى

📝 Catatan:

Berkata as-Syaikh Sa'id Ruslaan Hafizhahullah:

"Palestina dahulu Umar yang membebaskannya, dan hari ini tidak akan pernah orang yang mencela Umar atau orang yang berloyal kepada orang yang mencela Umar dapat membebaskannya..."

"Yang dimaksud dengan orang-orang yang mencela Umar disini adalah Kaum Syiah!"

💌 Jazakumullahu khoiran,  Barokallahu fikum.
♻ Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini, semoga bermanfaat. Jazakumullahu khoiron
broadcast whatsapp 1hari 1ilmu
Disclaimer: jika ada kesalahan dari sisi penulisan, ukuran font, link rusak, sumber referensi dll harap konfirmasi via whatsapp ke 0895629036221 untuk diperbaiki