AWAS.....7 HAL SEPELE INI BIKIN MUDAH DIGANGGU SYETAN

AWAS.....7 HAL SEPELE INI BIKIN MUDAH DIGANGGU SYETAN

kita kerap menyepelekan suatu yang sementara itu telah diwanti - wanti oleh Rasulullah bagaikan perbuatan syetan ataupun dapat menimbulkan syetan gampang mengusik diri kita.

Syetan itu dipaparkan Allah dalam Al Quran bagaikan musuh yang nyata untuk manusia. Mereka jelas - jelas mengusik dan juga dapat menyesatkan kita.

Bila saudara merasa amat gampang marah, malas ibadah, mudah letih, coba deh hentikan melaksanakan perihal yang dapat mempermudah syetan mengusik diri kita ataupun terlebih lagi masuk ke dalam badan kita. Ajarkan pula keluarga dan juga sahabat terdekat menimpa bahaya ini.

sedih sendirian
Berikut ini 7 di antaranya :

1. Menguap Lebar Tanpa Menutup Mulut

......فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ
"Menguap merupakan dari setan, hingga bila salah seseorang di antara kamu menguap, hendaklah dia menahannya sedapat mungkin. ” (HR. Muslim)

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ
" Apabila salah seseorang di antara kamu menguap hingga hendaklah menutup mulut dengan tangannya karna syeitan hendak masuk (ke dalam mulut yang terbuka). ” (HR. Muslim nomor. 2995 (57) dan juga abu dawud nomor. 5026)

2. Makan dan juga Minum tanpa Mengucap Basmallah

"Begitu, setan menghalalkan santapan yang tidak disebutkan nama allah padanya. " (HR. Abu Daud)

3. Makan dan juga Minum dengan Tangan Kiri

إذا أكل أحدكم فليأكل بيمينه، وإذا شرب فليشرب بيمينه، فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله
"Bila seorang dari kamu makan hingga makanlah dengan tangan kanannya dan juga bila minum hingga minumlah dengan tangan kanannya. karna setan makan dan juga minum dengan tangan kirinya” (HR.. Muslim nomor. 2020)

4. Mengenakan seluruh suatu dari penggalan kiri tubuh

كانَ رَسُولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ في تَنَعُّلِهِ، وَتَرَجُّلِهِ، وَطُهُورِهِ، وَفي شَأْنِهِ كُلِّهِ
“Nabi shallallahu’alaihi wasallam menyesuaikan diri mendahulukan yang kanan dalam mengenakan sandal, menyisir, bersuci dan juga dalam tiap urusannya” (HR. Bukhari 168).

5. Tidak Mengibas Tempat Tidur saat sebelum menggunakannya

"Apabila salah seseorang dari kamu bakal barbaring di tempat tidurnya hendaklah dia kibas - kibas tempat tidurnya itu dengan sarungnya. karna ia tidak ketahui apa yang terjalin pada tempat tidurnya sehabis dia tinggalkan sebelumnya. " (HR. Bukhari Muslim)

hadits yang lain bagaikan ekstra: " untuk orang yang bangun dari tempat tidurnya setelah itu berulang lagi, hingga diajarkan buat mengibasinya berulang. " (sebagaimana hadits riwayat tirmidzi. 3410, dishahihkan dalam kalim thoyyib: 3410)

" tidak terdapat satu kasur juga yg tergelar di dalam sesuatu rumah yg tidak ditiduri oleh manusia, kecuali setan hendak tidur di atas kasur itu…” (akamul marjan fi ahkamil jaan perihal. 150)

6. Masuk kamar mandi tidak membaca basmallah ataupun doa


كان إذا أراد أن يدخل الخلاء قال : اللهم إني أعوذ بك من الخبث والخبائث
rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kala merambah jamban, dia ucapkan: Allahumma inni a’udzu bika minal khubutsi wal khobaits (ya allah, saya berlindung kepada - mu dari setan pria dan juga setan wanita) (HR. Bukhari Muslim)

" Masuklah ke dalam jamban (toilet/wc) dengan mendahulukan kaki kiri, ke luar dengan mendahulukan kaki kanan. " (H.R. Tirmidzi)

7. Buang Kotoran Sembarangan

baik kotoran hajat (buang air kecil, buang air besar) , maupun berbentuk darah kotor sisa pembalut, sisa berbekam dllsb.

«اتَّقُوا اللاعِنَيْنِ» قالوا: وَمَا اللاعِنَانِ؟ قَالَ: «الَّذِي يَتَخَلَّى في طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ في ظِلِّهِمْ»
" takutlah (jauhilah) 2 perbuatan terkutuk! ”

para sahabat nabi bertanya, “apakah kedua perbuatan itu wahai rasulullah? ”

jawab dia, “orang yang buang air besar di jalur tempat orang banyak melintas ataupun di tempat mereka berteduh (serupa di dasar tumbuhan). ” (H.R. Muslim).

" Jangan buang air di lubang fauna, di jalur tempat dilalui orang, di tempat berteduh, di sumber air, di tempat pemandian, di dasar tumbuhan yang lagi berbuah, ataupun di air yang mengalir ke arah orang-orang yang lagi mandi ataupun cuci. ” (H.R. Muslim, Tirmidzi)

Mudah - mudahan kita tetap berwaspada dan juga tidak menyepelekan permasalahaan ini

Semoga Bermanfaat.

republish from whatsapp group dan edit ulang oleh admin
Read more »
PANGLIMA TNI perintahkan nobar FILM G 30 S/ PKI tetap dilanjutkan

PANGLIMA TNI perintahkan nobar FILM G 30 S/ PKI tetap dilanjutkan

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya.

"Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah," kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9/2017).
PANGLIMA TNI

Gatot menyatakan Mendagri sudah mengizinkan dia memerintahkan seluruh anggotanya menonton film garapan era Orde Baru tersebut. Saat ditanya mengenai materi film itu masih menjadi polemik, Gatot mengatakan menonton film tersebut merupakan upaya meluruskan sejarah.

"Biarin aja, saya nggak mau berpolemik. Ini juga upaya meluruskan sejarah. Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu," jelasnya.

Menurut Gatot, bahkan Presiden Sukarno sendiri pernah memberi pesan untuk tidak melupakan sejarah. "Sejarah itu jangan mendiskreditkan. Ini hanya mengingatkan pada anak bangsa, jangan sampai peristiwa itu terulang. Karena menyakitkan bagi semua pihak. Dan korbannya sangat banyak sekali," ucapnya.



Rencana TNI menggelar acara nonton bareng film G30S/PKI memang menjadi polemik. Ada yang menilai film itu tak pantas ditonton lagi. Namun ada juga yang mendukung rencana TNI sebagai upaya mengingatkan sejarah kelam bangsa ini. (tor/tor)

repost from detik.com

kami dukung anda pak Gatot, semoga semakin banyak masyarakat indonesia tahu dan sadar akan bahaya yang mengancam kembali bangkitnya tunas-tunas pergerakan pki di indonesia. Allahu akbar
Read more »
Bila Rekaman Masa Lalu Menghampiri -ustadz Syafiq Basalamah

Bila Rekaman Masa Lalu Menghampiri -ustadz Syafiq Basalamah

Jangan melumuri hatimu dengan lumpur masa lalu
Jangan menangisi nasi yang sudah menjadi bubur
Jangan meratapi susu yang tumpah
Jangan menyesali kendi yang pecah

Bila semua itu terjadi, maka percayalah bahwa semuanya berjalan dengan takdir Ilahi. Kamu harus bijak menghadapi kendi yang pecah, demi untuk masa depan yang cerah, dan menjaga agar kendi yang lainnya selamat. Ingatlah pada sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ، وَفِـيْ كُـلٍّ خَـيْـرٌ ، اِحْـرِصْ عَـلَـى مَا يَـنْـفَـعُـكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَـعْجَـزْ ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَـيْءٌ فَـلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِـّيْ فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَـذَا ، وَلَـكِنْ قُلْ: قَـدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَلَ، فَإِنَّ لَوْ تَـفْـتَـحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ
"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu , beliau berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. 

Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata, Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu, tetapi katakanlah, Ini telah ditakdirkan Allâh, dan Allâh berbuat apa saja yang Dia kehendaki, karena ucapan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan syaitan." 

(HR. Muslim)
tape recorder

Lanjutkanlah langkahmu, jangan diam di tempat, karena kalau kau mengumpulkan segala manusia di muka bumi ini, untuk mengembalikan nasi yang menjadi bubur, mereka tidak akan bisa melakukannya. Tapi kamu bisa mencari beras, lalu memasaknya, dan tatkala itu ambillah pelajaran dari masa lalumu, agar ia tidak menjadi bubur lagi.

Yakinilah bahwa semua berjalan sesuai dengan takdir Ilahi, bahkan semuanya sudah dicatat 50 ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi, maka lanjutkan perjalanan dengan penuh semangat dan tetap menjadikan masa lalu sebagai guru yang bijak. Allah berfirman:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS: At Taghabun: 11)

Ustadz DR. Syafiq Riza Bin Basalamah, MA حفظه الله
Read more »
Adab ketika hendak keluar dari group whatsap, line, telegram dll

Adab ketika hendak keluar dari group whatsap, line, telegram dll

⛔❗LEFT GROUP❗⛔

Mau keluar dari grup......
Sebentar ya, sabar......
Perhatikan dulu adabnya, Agar kemulian dunia akherat tetap kita dapatkan.

Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Telah bersabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

إِذَا زَارَ أَحَدُكُمْ فَلا يَقُومُ حَتَّى يَسْتَأْذِنَهُ "
“Apabila salah seorang di antara kalian berziarah (mengunjungi seseorang), janganlah ia berdiri hingga meminta izin (kepada tuan rumah) terlebih dahulu” [📚Diriwayatkan oleh Abusy-Syaikh dalam Thabaqaatul-Muhadditsiin bi-Ashbahaan no. 356; sanadnya shahih].
whatsapp aplikasi

Dari Abu Mijlaz, ia berkata:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنْ عِمْرَانَ، عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ، قَالَ: " إِذَا جَلَسَ إِلَيْكَ رَجُلٌ مُتَعَمِّدًا فَلا تَقُمْ حَتَّى تَسْتَأْذِنَهُ ".
“Apabila seseorang sengaja bermajelis denganmu, janganlah engkau berdiri hingga engkau meminta izin kepadanya terlebih dahulu” [📚Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 8/418 (13/169) no. 26180; sanadnya shahih].

Dari Muusaa bin Naafi', ia berkata:

قَعَدْتُ إِلَى سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ، فَلَمَّا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ، قَالَ: " أَتَأْذَنُونَ؟ إِنَّكُمْ جَلَسْتُمْ إِلَيَّ "
Aku pernah duduk bersama Sa’iid bin Jubair. Ketika hendak berdiri, ia berkata : “Apakah engkau mengizinkan (aku berdiri) ?. Sesungguhnya engkau telah bermajelis denganku” [📚Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah 8/418 (13/170) no. 26184; sanadnya shahih].

▶Minta izin atau berpamitan meninggalkan majelis adalah salah satu adab Islam yang perlu untuk diperhatikan, baik bermajelis dua orang atau lebih dari itu.

▶Bermajelis di era sekarang bukan hanya dalam bentuk berkumpulnya badan secara fisik, namun juga berkumpul secara non-fisik dalam grup-grup media sosial seperti Whatsapp, line, telegram atau yang lainnya.

▶Terkait dengan hal ini, ketika akan keluar (left) group pun hendaknya kita berpamitan, izin, atau memberi tahu kepada admin dan/atau anggota grup yang lain. Dengan melakukan hal itu, su'udhdhan atau perasaan tidak enak dari anggota majelis (grup Line,Whatsapp, telegram dll) dapat dihindari, dan orang yang meninggalkan grup itu meninggalkan kesan yang baik bagi anggota grup lainnya.

✍(Sumber : Fb Dr. Raehanul Bahraen)```

Dari paparan diatas...ana mohon idzIn keluar (left)..
Dengan kapasitas hp yg terbatas...
Tolong dihalalkan apabila ana ada salah kata-kata selama disini

Syukron.. 😊
Read more »
NIKMAT KEAMANAN DALAM SEBUAH NEGERI

NIKMAT KEAMANAN DALAM SEBUAH NEGERI

1. Memilki negeri adalah sebuah nikmat untuk manusia

2. Mencintai negeri adalah sebuah tabiat yang ada pada diri setiap manusia, dalil di bawah ini:

3. Kaum muhajirin lebih mulia dibanding kaum anshar, karena ujian kaum muhajirin lebih berat dimana mereka diusir dari kampung halaman mereka, lihat QS. At Taubah: 100

4. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sangat mencintai kota Mekkah karena tempat kelahiran beliau dan juga sebab syari: "

5. Ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pertama kali mendapatkan wahyu, lalu dibawa ke waraqah bin Naufal, kemudian Waraqah memberitahukan kepada beliau: "Sungguh kaum Quraisy akan menyakitimu" maka Nabi diam tidak komentar. Waroqoh berkata lagi, "Sungguh kaum Quraisy akan mendustakanu", Nabi diam tidak komentar. Namun tatkala Waroqoh berkata, "Sungguh orang kafir quraisy akan mengeluarkanmu", maka komentar dan menjawab: "Apakah mereka akan mengerluarkanku"?

Ini menunjukan bahwa ujian diusir dari kampung halaman adalah ujian yg sangat berat

Al-'Aini berkata : Allah menguji nabiNya dengan ujian berpisah dari kampung halamannya
NIKMAT KEAMANAN DALAM SEBUAH NEGERI

6. Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam ketika berhijrah ke kota Madinah, beliau berdoa: "Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah sebagaimana kecintaan kami kepada Mekah atau lebih"

Karena Nabi tahu bahwa Madinah adalah negrinya yang baru.

7. Dalam hadits :

‎كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَأَبْصَرَ دَرَجَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ نَاقَتَهُ
"Rasulullah jika pulang dari safar lalu melihat tempat tempat yang tinggi di Madinah maka beliau mempercepat onta beliau"

Kata Ibnu Hajar : "Ini dalil akan keutamaan kota Madinah dan disyari'atkannya mencintai negri dan rindu kepada negri"

8.Kisah Nabi Musa yang menjadi buronan di Mesir akan tetapi tetap ingin pulang ke Mesir karena beliau mencintai negerinya.

9. Siapa yang membela negerinya yang islam maka semoga itu adalah jihad di jalan Allah Taala.

10. Tidak benar pendapat yang menyatakan bahwa siapa yang mencintai Islam berarti ia wajib membenci negeri, karena Nikmat aman

11. Keamanan adalah nikmat dan rezeki dari Allah Taala, lihat QS. Al Qashash: 57

12. Nikmat aman lebih utama dibandingkan rezeki harta dan makanan, lihat QS. Al Baqarah: 126

3. Rasa takut adalah ujian dari Allah, berarti sebaliknya keamanan adalah nikmat Allah Taala, Lihat QS. Al Baqarah: 155

14. Nikmat aman siapa yang memilikinya maka ia memiliki dunia dan seisinya, Lihat hadits: Siapa yang di waktu pagi dari kalian

5. Jika hilang keamanan maka ibadah kacau, urusan dunia kacau, hajian aman dan keamanan adalah salah satu syarat haji menurut pendapat sebagian ulama

6. Haji membutuhkan keamanan, lihat QS. Al Baqarah: 196.

7. Dakwah dalam kondisi keamanan lebih mudah, lihat QS. Yunus: 83.

8. Kisah jumlah kaum muslimin setelah perjanjian damai hudaibiyyah yang mendatangkan keamanan lebih banyak dibandingkan sebelum perjanjian damai hudaibiyyah,

9. Banyak hadits yang mencela sikap orang yang mengganggu keamanan orang lain, seperti; mengganggu tetangga, mengganggu dengan lisan dan tangan.

Sebab Keamanan negeri

1. Menjalankan hukum Allah,

2. Beriman dan bertakwa, lihat QS. Al A'raf: 96

3. Bertauhid dan tidak berbuat syirik, Lihat QS. An Nur: 55

4. Memperingatkan umat dari pemahaman yang salah yang bisa mengancam keamanan

Ringkasan Kajian Ust. Dr. Firanda Andirja, MA hafizhahullah
Tempat: Masjid Nabawi Madinah
Hari dan Tanggal: Jumat, 17 Dzul Hijjah 1438H

Ditulis oleh Ust Ahmad Zainuddin Al Banjary
Read more »
Allah subhanahu wa ta'ala Mempunyai Wajah

Allah subhanahu wa ta'ala Mempunyai Wajah

Ahlus Sunnah wajib membenarkan dan mengimani semua yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad ﷺ .

✅ Dalil-dalil dari Al Qur'an (hanya sebagian)

لَّيْسَ عَلَيْكَ هُدَاهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يَشَاءُ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَلِأَنفُسِكُمْ وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ وَمَا تُنفِقُوا مِنْ خَيْرٍ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan karena mencari Wajah Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan). (Al Baqarah 272)

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
Dan orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS Ar Raad 22)

فَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَٰلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari Wajah Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung. (QS Ar Ruum 38)

وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (QS Ar Rahman 27)
Allah subhanahu wa ta'ala Mempunyai Wajah

✅ Dalil-dalil dari Hadits Nabi ﷺ (hanya sebagia)

إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ
"Sesungguhnya, tidaklah kamu menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kamu akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut istrimu". (HR Bukhari 54)

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ تَعَالَى قَالَ بُكَيْرٌ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ ، ابْنُ عِيسَى فِي رِوَايَتِهِ مِثْلَهُ فِي الْجَنَّةِ
Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam, bersabda, 'Siapa yang membangun masjid karena Allah -Bukair berkata, 'Seingatku beliau bersabda, 'Dengan maksud mencari wajah Allah'-, niscaya Allah membuatkan rumah di surga untuknya'." Ibnu Isa dalam riwayatnya hadits semisalnya, "Di dalam surga." (HR Muslim 828)

حَدَّثَنَا خَبَّابٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ هَاجَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَلْتَمِسُ وَجْهَ اللَّهِ فَوَقَعَ أَجْرُنَا عَلَى اللَّهِ
Telah menceritakan kepada kami Khabab radliallahu 'anhu berkata; Kami berhijrah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan hanya mengharapkan Wajah Allah dan kami telah mendapatkan pahala di sisi Allah. (HR Bukhari 1197)

وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ بِهَا حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فِي امْرَأَتِكَ
"Dan kamu tidaklah menginfaqkan suatu nafaqah yang hanya kamu hanya niatkan mencari Wajah Allah kecuali kamu pasti diberi balasan pahala atasnya bahkan sekalipun nafkah yang kamu berikan untuk mulut isterimu". (HR Bukhari 1213)

قَالَ سَمِعْتُ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ غَدَا عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَجُلٌ أَيْنَ مَالِكُ بْنُ الدُّخْشُنِ فَقَالَ رَجُلٌ مِنَّا ذَلِكَ مُنَافِقٌ لَا يُحِبُّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا تَقُولُوهُ يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ يَبْتَغِي بِذَلِكَ وَجْهَ اللَّهِ قَالَ بَلَى قَالَ فَإِنَّهُ لَا يُوَافَى عَبْدٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ النَّارَ
Aku mendengar Itban bin Malik mengatakan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menemuiku, lantas ada seseorang bertanya; 'mana Malik bin Duhsyun? ' seseorang dari kami mengatakan; 'Dia munafik, tidak mencintai Allah dan Rasul-NYA.' Spontan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

"Bukankah kalian katakan bahwa ia mengucapkan; laa-ilaaha-illallah, untuk mencari wajah Allah?" Ia menjawab; 'Benar'. 

Maka Nabi bersabda: "Tidaklah seorang hamba dipenuhi kecintaan kepada Allah, melainkan Allah mengharamkan neraka baginya di hari kiamat."

(HR Bukhari 6425)

Demikian dari kami semoga bermanfaat.

‎سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Abu Aurel Rezay
Read more »
Saudaraku terutama pemuda, hadirilah kajian

Saudaraku terutama pemuda, hadirilah kajian

Ustadz Hasan bin Hartono Ahmad Al Jaizy menulis
Pagi tadi setelah Shubuh, kami mengkaji kitab "Manhaj Ahlus Sunnah dalam Tazkiyatun Nufus" karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah wa athaalallaahu umrahu fi tha'atih. Itu adalah pertemuan kedua kajian kitab tersebut di Masjid Nurul Islam Pondok Kopi. Hadirin dari kalangan umum, terutama sekian orang tua sekitar.

Selepas kajian, beberapa orang tua mendekati kami. Lalu tanya jawab. Ada satu orang tua yang kisaran 60-70 tahun usianya mengabarkan:

"Kami mengenal Sunnah melalui Ustadz Yazid. Dahulu beliau mengajar di masjid ini. Dahulu sekali. Tapi saat itu keadaan tidak kondusif. Demi keamanan, akhirnya vacum kajian beliau."

Saya bertanya, "Kapan itu?"

Beliau menjawab, "Tahun 1989. Sekitar 4 tahun beliau mengajar di sini."
kajian islam di masjid annabawi

Masya Allah. Tabaarakallah.

Ini dengan penekanan: dakwah ketika itu, tidak 'semudah' sekarang. Selain kondisi masyarakat yang dahulu masih sangat tradisional, kondisi pemerintahan saat itu juga berbeda dengan sekarang. Hal ini disebutkan oleh orang tua tersebut.

Beliau berpesan bahwa dai-dai sekarang mumpung ada kesempatan, sebarkanlah terus dakwah Sunnah sampai Sunnah dikenal orang banyak. Dahulu sangat sulit dan kini Allah permudah.

Pesan kami juga di status ini: saudaraku terutama pemuda, hadirilah kajian-kajian dan jangan mengandalkan live streaming jika sempat hadir!

Suatu kala, kami mengajar suatu kitab di daerah Tebet secara rutin. Di sesi tanya jawab, kami sempatkan bertanya ke seorang tua mengenai materi kajian. Tapi beliau 'melongo' (maaf agak kasar) saja. Saya ulangi tetap bingung. Maka jemaah mengabarkan bahwa beliau kurang baik pendengarannya. Lalu saya beralih bertanya ke orang tua lainnya. Hal serupa berlaku kembali. Kurang baik pendengaran.

Selepas shalat Isya, orang tua pertama itu, mendekati kami. Beliau kemudian berkata, "Saya minta maaf. Tadi saya memang tidak dengar. Saya memang sudah tidak begitu bisa mendengar jelas kecuali teriakan dari dekat."

Kami bertanya, "Lalu bagaimana bapak bisa di majelis (sementara tidak dengar)?"

Beliau menjawab, "Saya cuma suka di majelis ilmu. Saya mau cari berkah sama pahalanya. Siapa tahu saya wafat di majelis ilmu."

Sehingga, saya kadang ketika mengajak beberapa pemuda yang 'sudah kenal ngaji' tapi banyak alasan untuk tidak hadir, saya merasa mendung.

Apa saya harus menyediakan jodoh untuk para bujang yang pemalas hingga mereka mau hadir di majelis ilmu?

Apa saya harus membayar mereka agar kebutuhan rumah tangga terpenuhi hingga mau ikutan ngaji?

Sekiranya saya bisa, maka saya ingin berikan itu, sampai mereka mau ngaji.

Betul. Ada dan saya kenal sesiapa yang hanya mau mengaji jika pematerinya datang dari jauh, atau Tabligh Akbar, atau kajian ramai.
Seandainya saya memiliki banyak kelebihan harta yang membuat kawan-kawan tak perlu banyak berpikir soal kecukupan hidup lalu bisa fokus ngaji ilmu, maka saya ingin sekali melakukan. Tapi tak mampu. Maka biarlah Allah yang membuka hati mereka dan mengubah mindset mereka.
Apa menunggu ada pembubaran kajian, pengeroyokan terhadap ustadz, baru beberapa rekan ini sadar bahwa sudah terlalu banyak kebaikan luput disebabkan kemalasan, atau rasa malu, atau kesombongan.

Maka, rajinlah, jangan malu dan jangan sombong akan ilmu.
Read more »
Beranda
-->