IBX5A47BA52847EF DakwahPost
Syaikh Ahmad Khathib Al-Minangkabawi Rahimahullah Indonesia[1](1860 - 1916) adalah seorang ulama Indonesia asal Minangkabau. Ia lahir di Ko...
Anda mudah tersinggung dan marah?

Anda mudah tersinggung dan marah?

Seorang laki-laki yang berbeda paham dengan seorang Guru Spiritual mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar, dan meluapkan kebenciannya kepada Sang Guru yang bijak.

Sang Guru hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah kata pun.

Setelah lelaki tersebut pergi, dan muridnya yang melihat peristiwa itu penasaran dan bertanya: "Mengapa Sang Guru diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut..?"

Sesaat kemudian Sang Guru pun berkata kepada si murid:

“Apakah jika seseorang memberimu sesuatu, dan kamu tidak mau menerimanya, lantas menjadi milik siapakah pemberian itu..?”

Anda mudah tersinggung dan marah?

“Tentu kembali menjadi milik si pemberi," jawab si murid dengan lugas.

“Betul....begitu pula dengan kata-kata kasar tersebut," tukas Sang Guru.

“Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya. Dia harus menyimpannya sendiri.

Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat; karena energi negatif yang muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup."

Kemudian, lanjut Sang Guru: ”Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri."

"Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yang marah-marah kepadamu... biarkan saja, karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka: "Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.....”

“Hari ini begitu banyak orang di jalanan yg hidup dengan membawa sampah di hatinya (sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lainnya) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”

Sang Guru melanjutkan nasehatnya:

“Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil. Jika engkau tidak bisa menjadi berkat, janganlah menjadi pembawa masalah / musibah bagi org lain”

“Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”

“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”

“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”

“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”

“Jika engkau tak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

Inilah saatnya, kita melatih diri untuk membuang semua sampah yang ada di hati kita dan jernihkan hati & hidup kita agar kita menjadi keindahan bagi diri kita & sesama.

tidak diketahui kebenaran kisah ini, semoga jadi bahan renungan untuk kita semua
Baca selengkapnya »
Doa mengobati sedih, susah, pelit, terlilit hutang, tertindas, lemah dan malas

Doa mengobati sedih, susah, pelit, terlilit hutang, tertindas, lemah dan malas

Sedih ? Susah ? Lemah dan Malas ? Pelit ? Terlilit hutang ? Tertindas ?

Semua itu ada solusinya, Tetap ikhtiar dan sering ucapkan do’a yang diajarkan oleh Nabi ﷺ :

‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, sifat bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.” (HR. Al-Bukhari 7/158)

‎اَللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ، وَنُوْرَ صَدْرِيْ، وَجَلاَءَ حُزْنِيْ، وَذَهَابَ هَمِّيْ.
“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu laki-laki (bapakku) dan anak hamba perempuan-Mu (ibuku). Ubun-ubunku di tangan-Mu, keputusan-Mu berlaku padaku, ketetapan-Mu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu, nama yang telah Engkau tetapkan untuk diri-Mu, atau nama yang Engkau sebutkan dalam kitab-Mu, atau nama yang Engkau ajarkan kepada seseorang diantara makhluk-Mu, atau nama yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib di sisi-Mu (hanya Allah yang tahu), agar Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.” (HR. Ahmad 1/391, shahih)

‎لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ الْعَظِيْمُ الْحَلِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ اْلأَرْضِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيْمُ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Agung dan Maha Pengampun. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai Arasy, Yang Maha Agung. Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Rabb yang menguasai langit dan bumi. Rabb Yang menguasai arasy, lagi Maha Mulia.” (HR. Al-Bukhari 7/154, Muslim 4/2092)


Doa mengobati sedih

‎اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ.
“Ya Allah! Aku mengharapkan (mendapat) rahmat-Mu, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan diriku sekejap mata (tanpa pertolongan atau rahmat dari-Mu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, hasan)

‎لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sesungguhnya aku tergolong orang-orang yang zhalim.” (HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim, shahih)

‎اللهُ اللهُ رَبِّي لاَ أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا.
“Allah.. Allah adalah Rabbku. Aku tidak menyekutukanNya dengan sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud 2/87, shahih)

(Sumber Hisnul Muslim)
Baca selengkapnya »
Coba renungkan… ketika kita bangun dipagi hari

Coba renungkan… ketika kita bangun dipagi hari

MUHASABAH

“Kehidupan yang dijalani seseorang bisa saja menjadi sebab kebahagiannya atau menjadi sebab penderitaan dan kesengsaraannya.

Setiap detik, setiap hari bahkan setiap tahun yang berlalu dalam kehidupan manusia bisa saja membawanya pada kecintaan & keridhoan Allah, sehingga dia masuk diantara orang-orang yang mendapatkan kemenangan dan surga, atau sebaliknya, ia berlalu dan membawanya pada neraka dan kemurkaan Allah -wal’iyadzubillah-.

Kehidupan ini juga bisa saja membuat kita tertawa sesaat lalu dengan sekejap membuat kita menangis untuk selama-lamanya. Atau sebaliknya, dia membuat kita menangis sesaat untuk bisa tertawa gembira selama-lamanya.

Orang yang akan meraih sukses dan bahagia adalah mereka yang menatap dunia ini dan tahu apa yang harus dilakukannya.

Allah telah menjadikan hidup ini sebagai tempat ujian, dimana dengan ujian itu akan nampak hakikat setiap hamba. Siapa yang meraih rahmat Allah, maka dia akan bahagia selama-lamanya, begitu juga sebaliknya.

ketika kita bangun dipagi hari

Kita tidak tau akhir dari semua ini.

Boleh jadi dalam hidup yang dijalani seorang hamba ada saat dimana dia mendapati dirinya mulai jauh dari Allah, hatinya kemudian termenung sendiri, menangisi masa lalunya, air mata taubatpun membasahi pipinya, lalu dengan tangisan itu Allah mengampuninya dan memasukkannya ke dalam surga.

Namun ada juga sebaliknya dimana ada sebagian hamba melakukan dosa, dia menganggap remeh dosa tersebut, hingga akhirnya sifat meremehkan itu menjadi sebab kesengsaraannya selama-lamanya.

Agar kehidupan ini semakin bermakna maka dalam setiap waktu yang kita jalani seharusnya kita bertanya:

* Berapa banyak kita tertawa dalam hidup ini….?
* Dan apakah tawa itu pada sesuatu yang diridhoi Allah atau tidak…?
* Berapa banyak kita-kita bersenang-senang dalam hidup ini…?
* Dan apakah kesenangan itu diridhoi Allah atau tidak…?
* Berapa banyak kita melewatkan malam dengan bergadang..?
* Apakah kita melewatinya dengan sesuatu yang mendatangkan ridho Allah atau tidak..?

Pertanyaan demi pertanyaan..

Mungkin ada orang yang bertanya untuk apa semua tanya itu…?

Iya, setiap saat kita perlu bertanya pada diri sendiri, karena tak ada sedetikpun dari waktu yang kita lalui melaikan kita dalam limpahan karunia Allah.

Maka sangat memalukan bila kita makan dan minum dari nikmat Allah, berjalan diatas bumi Allah, namun semua itu tidak membuat kita terpanggil untuk mendekat dan mempersembahkan amal terbaik disisi-Nya.

Coba renungkan… ketika kita bangun dipagi hari, mata kita terbuka, pendengaran kita kembali seperti semula, raga kita kembali bergerak, maka siapa yang menjaga agar semua organ tubuh itu tetap berfungsi dengan baik hingga kita memasuki pagi..?

Bertanyalah pada diri… Apakah Rabb yang telah menciptakan dan menjaga fungsi dari seluruh organ tubuh itu ridho bila ciptaan-Nya digunakan untuk bermaksiat pada-Nya…?

Selamat menjawab…

(Diringkas dari nasehat Syaikh Muhammad bin Muhammad Mukhtar as-Syanqithi – hafidzohullah – dengan sedikit penyelarasan)
ACT El-Gharantaly
Baca selengkapnya »
RENUNGAN UNTUK PARA SUAMI...

RENUNGAN UNTUK PARA SUAMI...

(Renungan untuk diriku juga agar lebih baik dalam melayani suami)

🌹Istrimu adalah orang yang mengandung keturunanmu dengan susah payah selama 9 bulan.

🌹Ia adalah orang yang paling telaten (rajin) merawat anak anakmu sampai usia dewasa.. Ia pula yang melayani biologismu dengan halal thoyyiba.. Ia pula yang merawat isi rumahmu dan menjaganya.. Masakan yang nikmat adalah masakan istrimu.. Ia mendampingimu dikala suka maupun duka..

🌹Ia merawatmu dengan tulus dikala sakitmu maupun kritismu.. Ia pun tetap mendampingimu walau engkau sudah tua..dan sakit sakitan.. Ia adalah orang yang paling taat pada kebijakannmu, bahkan mungkin keta’atan istrimu kepadamu lebih besar dari pada ta’atnya anak-anakmu kepadamu.. Ini semua dilakukan oleh istrimu tanpa upah dan gaji, namun mereka hanya mengharap pahala dari Allah semata..
RENUNGAN UNTUK PARA SUAMI...

☝Wahai suami yang sholeh..
Jangan sampai engkau tidak penuhi hak dia sebagai istri..
Jangan engkau sia-siakan dia..

📖 Rosulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأَهْلِي (رواه ابن حبان) “
Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarganya. Dan aku adalah yang terbaik dari kalian sikapnya kepada keluarga.” 📕 (HR. Ibnu Hibban)

Semoga kita bisa berbuat baik kepada kaum istri kita...

Dengan cara ini in syaa Allah akan mudah bagi kita mengarahkan mereka kepada kebaikan dan jalan yang benar...

✒ Ustadz Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله
Baca selengkapnya »
HATI-HATI DOSA JARIYAH ADMIN GRUP WHATSAPP

HATI-HATI DOSA JARIYAH ADMIN GRUP WHATSAPP

الشيخ علي الحلبي حفظه الله:

بعضُ الشباب يجتهدون في إنشاء مجموعات (واتساب)لنشر العلم والسنة-فيما يحسَبون!- ، ثم يحشدون لها أعداداً من المشتركين(!)-من غير تمييز ولا تدقيق-!

ثم تكون النتيجة تكاثر أهل البدع والأهواء فيها، وعليهم، وتكثير مشاغباتهم واعتراضاتهم!

وفي الآخِر: تَحَكّمُ هؤلاء في المجموعة، وسيطرتهم عليها...ثم انفضاض مؤسسي المجموعة ومشرفيها الأصليين-لسبب أو آخر-!!

فليعلم فاعلُ ذلك..أنه سيبوء بآثام تضليل مَن ضلّل..وضلال مَن ضلّ..وانحراف مَن انحرف!!!
Sebagian orang (para pemuda) berusaha membuat grup whatsapp dengan maksud menyebarkan ilmu dan dakwah sunnah (menurut apa yang mereka sangkakan), akhirnya mereka kumpulkan beberapa jumlah peserta tanpa membeda-bedakan dan tanpa teliti lebih dahulu.

Akhirnya didalam grup tersebut terkumpul beberapa ahlul bid'ah dan ahlul ahwa (pegikut hawa nafsu), terjadilah protes2 (perdebatan dan adu argumentasi) dan kekacauan dari mereka didalam grup tersebut.

HATI-HATI DOSA JARIYAH GRUP

Akhirnya grup tersebut dikendalikan dan dikuasai oleh mereka (ahlul bid'ah), dan karena suatu sebab pendiri utama dan pembimbing grup akhirnya keluar dari grup.

Ketahuilah, orang yang melakukan hal demikian, dia akan mendapatkan dosa karena orang2 tersesat dan menyimpang disebabkan (perbuatannya tersebut).

Diterjemahkan oleh: Abu Bakar Al-Akhdhory

NB:

-Bagi yang baru hijrah, tidak perlu buat grup sekalipun dengan niat baik, karena mengurusi diri sendiri lebih baik daripada menerima syubhat yang banyak sedangkan anda tidak bisa menepisnya.

-dosa jariyah itu berlaku sebagaimana berlakunya amal jariyah

-amar ma'ruf nahyi munkar harus tegak dalam bersosmed

-jangan diam dengan kemunkaran, terlebih ridho dengan kemunkaran, karena ridho dengan kemunkaran sama seperti yang melakukannya.
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📬 Telegram Link Join Channel http://t.me/ABalakhdhory
Baca selengkapnya »
KEAJAIBAN DO'A (diangkat dari kisah nyata)

KEAJAIBAN DO'A (diangkat dari kisah nyata)

Syaikh Ali Musthafa Thantawi mengisahkan:

Dahulu, aku menjabat sebagai hakim di wilayah Syam.

Disuatu senja, aku dan beberapa kawan pergi menikmati sejuknya malam. Namun tiba-tiba aku merasakan pernafasanku begitu sesak.

Akupun pamit kepada kawan-kawan untuk pulang. Akan tetapi mereka meminta supaya aku tetap ikut bersama mereka.

Aku sampaikan bahwa aku tidak bisa menemani mereka lagi. Aku ingin pulang dan mencari hawa yang baik.

Aku menyusuri gelapnya malam yang baru saja dihantarkan senja.

KEAJAIBAN DO'A

Tiba-tiba aku mendengar tangisan seorang wanita dari balik bukit kecil.

Suara tangis itu terdengar begitu keras,

Aku mendekat ke arah dimana suara itu berasal.

Ternyata kudapati seorang wanita yang sedang menangis dengan wajah yang memendam kesedihan yang mendalam. Dalam tangisnya ia tak henti-hentinya berdo'a.

Lalu akupun bertanya, "Saudariku. .. apa yang membuatmu menangis .?

Wanita itu menjawab:

"Suamiku adalah orang yang sangat keras dan suka menzhalimiku, dia mengusirku dari rumah dan merampas anak-anak dariku. Dia juga bersumpah untuk tidak akan melihatku selama-lamanya. Sementara aku tak punya siapa-siapa. Tak ada tempat untukku kembali.

Aku bertanya lagi "Mengapa engkau tidak mengadukannya kepada Hakim. .?

Wanita itu menjawab: "Bagaimana mungkin wanita biasa sepertiku bisa sampai kepada seorang hakim.?"

Sambil menangis Syaikh melanjutkan kisahnya,

"Wanita itu berkata seperti itu, padahal dia tidak menyadari bagaimana Allah menghantarkan seorang hakim untuknya (Maksudnya beliau).

Subhanallah. .. siapa yang menuntun hakim tersebut keluar ditengah gelapnya malam, untuk kemudian berdiri didepan wanita malang dan menanyakan sendiri apa keperluannya?

Doa apa yang telah dipanjatkan wanita malang itu, sehingga dengan cepat dijawab oleh Allah dengan cara seperti ini.. ?

Wahai engkau yang merasa dirundung duka dan mengira bahwa dunia begitu gelap hingga tak lagi dapat mengantarkanmu pada jalan keluar..

Angkatlah tanganmu ke langit dan jangan bertanya, "Bagaimana masalahku akan akan diselesaikan.?"

Apakah engkau masih akan merasa bahwa hidup itu sempit..?

Jangan lagi. .. khusyu'lah dengan penuh tunduk kepada-Nya. Dialah yang Maha Mendengar langkah seekor semut yang berjalan di tengah kegelapan malam.

Yakinlah. .. bahwa disana ada bahagia yang menantimu setelah kesabaran yang panjang.

Tidaklah Allah mengujimu dengan suatu ujian melainkan disana ada kebaikan untukmu, meskipun engkau menduga sebaliknya. .

Lapangkan dadamu.

Kalau bukan karena ujian, maka Yusuf tetap menjadi seorang anak yang manja dipangkuan ayahnya.

Namun setelah melewati ujian, ia kemudian menjadi penguasa Mesir.

Apakah engkau masih merasa bahwa hidup itu sempit..?

Yakinlah. ..

Bahwa disana ada bahagia yang menantimu setelah kesabaran yang panjang.

Ada keajaiban yang menantimu untuk membuatmu lupa betapa pahitnya ujian hidup."

(Rawaa'i At-Thantawi)
_____
Madinah 22 -02-1437 H
ACT El-Gharantaly
Baca selengkapnya »
Berdakwah Saat  Kebodohan Merajalela, Lebih Mulia Daripada Berjihad

Berdakwah Saat Kebodohan Merajalela, Lebih Mulia Daripada Berjihad

Oleh karena itu, Allah ta'ala berfirman :

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّن دَعَا إِلَى اللَّهِ
"Tidak ada orang yg lebih baik ucapannya daripada orang yg berdakwah kepada Allah". [QS. Fush-shilat:33].

Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- juga telah bersabda:

"Orang yg paling baik dari kalian, adalah orang yg mengajarkan Alquran dan mengajarkannya (kpd orang lain)". [HR. Bukhori Muslim]

Tentunya keutamaan ini tidak terbatas pada amalan mengajarkan huruf-huruf Alquran, tapi juga mencakup amalan mengajarkan makna-makna yg terkandung dlm Alquran.


Bahkan, Ibnul Qoyyim -rohimahulloh- mengatakan:

"Menyampaikan sunnah Nabi -shallallahu alaihi wasallam- kepada umat; lebih afdhal daripada menyampaikan busur panah ke leher-leher musuh (dalam perang).

Karena (menyampaikan busur panah ke leher musuh) itu bisa dilakukan oleh banyak orang, adapun menyampaikan sunnah, maka tidak ada yg bisa melakukannya kecuali oleh pewaris para nabi dan para penerus mereka dari umatnya.

Semoga Allah -dg kemurahanNya- menjadikan kita termasuk dlm golongan mereka. [Jala'ul Afham, 491].

Dan jangan meremehkan ilmu agama yg ada pada diri Anda, sebarkanlah walaupun sedikit, Allah-lah yg akan menambah dan memberkahinya, Nabi -shallallahu alaihi wasallam- telah bersabda:

"Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat". [HR. Al-Bukhari].

Tentunya ilmu Anda sudah lebih banyak dari satu ayat Alquran.

Semoga bermanfaat ...

☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕

Barakallah fikum.

🌐 Sumber : BBG Al Ilmu

☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕

Barakallah fikum.

✒ Ditulis oleh Ust. DR. Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى
Baca selengkapnya »
Beranda
-->